FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT APARATUR SIPIL NEGARA UNTUK MELAKUKAN TINDAKAN WHISTLEBLOWING

devi safitri

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor – faktor yang mempengaruhi minat aparatur sipil negara untuk melakukan tindakan whistleblowing di SKPD Kabupaten Kuantan Sengingi. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data primer yang dikumpulkan melalui survei kuesioner diperoleh secara langsung. Menggunakan sampel 70 orang  aparatur sipil negara SKPD Kabupaten Kuantan Sengingi yang berasal dari 43 unit kerja yang berbeda. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial sikap, komitmen organisasi, intensitas moral, personal cost dan tingkat keseriusan kecurangan berpengaruh signifikan terhadap minat aparatur sipil negara untuk melakukan tindakan whistle-blowing

Keywords


minat melakukan tindakan whistleblowing; sikap

References


Ajzen, Icek. (1991) “The Theory of Planned Behaviour” Organizational Behaviour and Human Decision Processes. Vol. 50, Hal. 179-211.

Astuti, N. K. (2015). “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Pegawai Dalam Melakukan Tindakan Whistleblowing (Studi Pada PNS Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Propinsi Jawa Timur di Surabaya)”. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Universitas Brawijaya. Vol. 4, No.1.

Bagustianto, R. dan Nurkholis. (2015). “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk Melakukan Tindakan Whistle-blowing (Studi pada PNS BPK RI)”. Jurnal Ekonomi dan Keuangan. Vol. 19, No.2, Hal. 276-295.

Bouville, Mathieu. (2008). “Whistle-Blowing and Morality”. Journal of Business Ethics. Volume 81, Issue 3, pp 579–585.

Brief, Arthur P. dan Motowidlo, Stephan J. (1986). “Prosocial Organizational Behaviours”. Academy of Management Review. Vol. 11 (4), pp 710-725.

Brown, A. J. (2008). “Whistleblowing in the Australian Public Sector: Enchancing the Theory and Practice of Internal Witness Management in Public Sector Organisations”. Australia: ANU Press.

Dozier, J. B. dan Marcia P. Miceli. (1985). “Potential Predictors of Whistle-Blowing: A Prosocial Behavior Perspective”. Academy of Management Review. Vol. 10, No. 4, pp 823-836.

Elias, Rafik. (2008). “Auditing Students’ Professional Commitment and Anticipatory socialization and Their Relationship to Whistleblowing”. Managerial Auditing Journal, Vol. 23, No. 3, pp. 283-294.

Ghozali, Imam, (2009). Aplikasi Analisis Multivatiate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hendriadi, Firmansyah. (2012). “Pengaruh Intensitas Moral, Kesadaran Risiko dan pertimbangan Moral Terhadap Keputusan Pembelian Software Windows 7 Bajakan pada Mahasiswa di Surabaya”. Surabaya. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas.

KNKG. (2008). Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran - SPP (Whistleblowing System – WBS). Jakarta: KNKG.

Miceli, Marcia P. dan Near, Janet P.. 1985. Characteristics of Organizational Climate and Perceived Wrongdoing Associated with Whistle-Blowing Decisions. Personnel Psychology. 1985 (38); 525-544.

Park, Heungsik dan Blenkinsopp, John. 2009. Whistleblowing as Planned Behaviour – A Survey of South Korean Police Officer. Journal of Business Ethics. Vol. 85; 545-556.

Pratiwi, Novita Eka. (2015). “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Aparatur Sipil Negara Terhadap Intensi Pengungkapan Tindak Pelanggaran (Whistleblowing)”. Skripsi. Semarang : Fakultas Ekonomi

Sabang, Muh. Iskandar. (2013). “Kecurangan, Status Pelaku Kecurangan, Interaksi Individu-Kelompok, dan Minat Menjadi Whistleblower (Eksperimen pada Auditor Internal Pemerintah”. Tesis. Malang: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.

Septianti, Windy. (2013). “Pengaruh Faktor Organisasional, Individual, Situasional, dan Demografis Terhadap Niat Melakukan Whistleblowing Internal”. Manado: Simposium Nasional Akuntansi.

Setiawati, L. P. dan Maria M. R. S. (2016). “Profesionalisme, Komitmen Organisasi, Intensitas Moral Dan Tindakan Akuntan Melakukan Whistleblowing”. E – jurnal akuntansi Universitas Udayana. ISSN : 2302-8556, Vol. 17.1. Oktober (2016), Hal. 257-283.

Setyawati, Intan. (2015). “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Niat Untuk Melakukan Whistleblowing Internal”. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol 17, No. 02, Hal. 22-33.

Sweeney, P . (2008). “Hotlines Helpful for Blowing The Whistle”. Financial Executive. Vol. 24 (4); pp. 28-31.

Vinten G. (2000). “Whistleblowing Towards Disaster Prevention and Management”. Disaster Prevention and Management Vol. 9 (1); pp. 18-28.

Winardi, Rijadh Djatu. (2013). “The Influence of Individual and Situational Factors on Lower-Level Civil Servants Whistle-Blowing Intention in Indonesia”. Journal of Indonesian Economy and Business. Vol. 28 (3); pp. 361-376.

Zanaria, Yulita. (2016). “Pengaruh profesionalisme audit, intensitas moral untuk melakukan tindakan whistleblowing”. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Metro. ISSN :1978-6579

_____.SKPD Kabupaten Kuantan Singingi, diakses melalui http://www.kuansing.go.id/home/profil/pemerintahan/aparatur. Pada tanggal 1 November 2016.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Profita

Jurnal Profita: Komunikasi Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan

Portal ISSNPrint ISSN: 2086-7662
Online ISSN: 2622-1950

Lisensi Creative Commons
Our Articles are licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Tim Editorial Office
Jurnal Profita: Komunikasi Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan

Universitas Mercu Buana
Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta-11650
Telp.021-5840816 Ext. 5302, Fax. 021-5871312
Jakarta
Email. (editor.profita@mercubuana.ac.id).
Website. (http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/profita)