Pengkajian Desain Interior sebagai Media Pembantu Pembelajaran Anak Down Syndrome di Denpasar

Authors

  • Gede Aldo Dani Prasetya Institut Seni Indonesia Denpasar, Indonesia
  • Ida Ayu Dyah Maharani Institut Seni Indonesia Denpasar, Indonesia
  • Nyoman Dewi Pebriyani Institut Seni Indonesia Denpasar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22441/vitruvian.2022.v11i3.004

Keywords:

Down Syndrome, Desain Interior, Ruang Pengembangan Bakat

Abstract

Down syndrome adalah sebuah bentuk kelainan pada kromosom yang membuat penderitanya mengalami keterlambatan pertumbuhan fisik dan mental. Kromosom anak down syndrome berjumlah 47 buah, dikarenakan pada kromosom 21 mereka tidak sepasang melainkan tiga buah. Menurut narasumber, Anak down syndrome lebih kalem dan lebih mudah untuk diarahkan ketimbang anak dengan gangguan autis. Namun, konsentrasi dan fokus anak down syndrome sangat mudah terganggu melalui cahaya, suara, bau, dan lainnya. Oleh karena itu diperlukan rancangan ruangan yang dapat membantu anak down syndrome melakukan pengembangan bakat di Rumah Ceria POTADS Bali. Penulis mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu sebagai bahan tolak ukur penulis, seperti penelitian Penelitian Adzara dan Widajanti pada 2016 yang membahas ukuran dan bentuk ruang kelas yang ideal untuk anak down syndrome di kota Tangerang, serta Penelitian Amanda Mulia dan Eunike Kristi pada 2012 yang membahas tentang fasilitas terapi anak down syndrome di Surabaya. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengetahui dan mengambarkan ruangan seperti apa yang dapat membuat anak down syndrome nyaman dalam melakukan pengembangan bakat. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah Penelitian desriptif kualitatif, bertujuan untuk mengambarkan, melukiskan, menjelaskan, dan menjawab secara lebih rinci permasalahan yang akan diteliti. Perancangan interior untuk anak down syndrome harus sesuai dengan aktivitas yang dilakukan pada ruangan tersebut. Contohnya, ruang terapi dapat mengurangi stimulus untuk anak down syndrome agar mereka dapat fokus, ruang senam dibuat agar anak-anak down syndrome menjadi terstimulus dan gembira, dan ruang kreativitas atau ruang kelas dibuat untuk anak down syndrome dapat tenang dan fokus. Pada penelitian ini, penulis menemukan bahwa ruangan pengembangan bakat pada POTADS Bali dapat dirancangan untuk 1 anak down syndrome dan 1 terapis. Penulis merancang dengan lantai menggunakan bahan kayu/karpet, dinding berwarna putih tanpa ornamen, plafon menggunakan gypsum putih. Semua material yang digunakan sering dilihat oleh anak down syndrome, dan stimulus yang kemungkinan dapat mengganggu anak down syndrome di redam.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Gede Aldo Dani Prasetya, Institut Seni Indonesia Denpasar

Program Studi Desain Program Pascasarjana, Institut Seni Indonesia Denpasar.

Ida Ayu Dyah Maharani, Institut Seni Indonesia Denpasar

Program Studi Desain Program Pascasarjana

Nyoman Dewi Pebriyani, Institut Seni Indonesia Denpasar

Program Studi Desain Program Pascasarjana

References

Bioindustires. (2015, Juli 30). Fakta Menarik Kayu: Efek Kayu bagi Kesehatan untuk Turunkan Stress. Diakses dari https://www.bioindustries.co.id/fakta-menarik-kayu-efek-kayu-bagi-kesehatan-untuk-turunkan-stress-5340.html

I Made Wirartha. (2006). Pedoman Penulisan Usulan Penelitian, Skripsi dan Tesis. Yogyakarta: Andi.

Jessica Celia dan Adi Santosa. (2013) Perancangan Interior Pusat Terapi dan Sekolah Anak Autis di Surabaya. Diakses dari https://media.neliti.com/media/ publications/91949-ID-perancangan-interior-pusat-terapi-dan-se.pdf.

National Down Syndrome Society. (2012). What is Down Syndrome?. Diakses dari https://www.ndss.org/about- downsyndrome/ down-syndrome/.

Sari. (2011) Implementasi Konsep Desain Partisipasi Pada Interior Ruang Terapi Perilaku Anak Autis Dengan Menggunakan Metoda ABA/LOVASS. Diakses dari media.neliti.com /media/publications/218152-none.pdf. diakses 23 November 2019.

Sayekti, Citra Ningsih Puspa. (2017). Perancangan Interior Sekolah Luar Biasa-c (Tuna grahita). Diakses dari openlibrary. Telkomuniversity.ac.id.

Schellings. (2013). Psikologi Anak Down Syndrome Terhadap Interior. Diakses dari

publication.petra.ac.id

Sukmadinata,Nana Syaodih. (2017). Metode Penelitian Pendidikan, Cet.12 . Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tim Penulis POTADS. (2019). Trimosy 21 down syndrome. Jakarta: PT. Elex Media

Komputindo.

Published

2022-06-30

How to Cite

1.
Prasetya GAD, Maharani IAD, Pebriyani ND. Pengkajian Desain Interior sebagai Media Pembantu Pembelajaran Anak Down Syndrome di Denpasar. Vitruvian [Internet]. 2022 Jun. 30 [cited 2026 Jun. 28];11(3):229-34. Available from: https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian/article/view/14777

Issue

Section

Articles