POLA BERTINGGAL PEKERJA BANGUNAN DI JAKARTA SELATAN DAN DAERAH PINGGIRAN Studi Kasus: Pekerja Bangunan di Cilandak Cipete Jakarta Selatan dan Pamulang Bintaro Tangerang Selatan

Rachmad Widodo

Abstract


ABSTRACT
The city was founded by a community to meet a variety of uses perceived important by the community to become more civilized. Consciously or unconsciously, urban areas laid out for this purpose. In the perspective of history, the city developed due to the increase of population or because of the increased functions pelayananannya, both nationally and internationally.
City certainly does not only consist of a physical condition such as high rise buildings, shopping malls, roads, bridges, green open spaces only or housing so quickly stuffing various corners of the city area. The city also consists of the citizens as its occupants and that creates the physical conditions. Those who create the physical condition of which is the role of architects, city planners, field physically carried by construction workers.
A construction worker in his life living in “bedeng”/ workers barracks of projects, residential contract, or have their own homes. Construction workers there who have relatives or have no relatives.
Keywords: building workers, city, relatives, pattern, live


ABSTRAK
Kota didirikan oleh sebuah masyarakat untuk memenuhi berbagai kegunaan yang dirasakan penting oleh masyarakat tersebut untuk menjadi lebih beradab. Secara sadar atau tidak sadar, wilayah kota ditata untuk kepentingan tersebut. Dalam perspektif sejarah, kota berkembang karena pertambahan jumlah penduduknya atau karena meningkatnya fungsi-fungsi pelayananannya, baik secara nacional maupun internasional.
Kota tentu saja tidak hanya terdiri dari kondisi fisik yang berupa gedung bertingkat, pertokoan, mal, jalan, jembatan, ruang terbuka hijau saja atau perumahan yang begitu cepat menjejali berbagai sudut kawasan kota. Kota juga terdiri dari warga sebagai penghuninya dan yang menciptakan kondisi fisik tersebut. Kalangan yang menciptakan kondisi fisik tersebut diantaranya adalah peran arsitek, perencana kota, di lapangan secara fisik dilakukan oleh pekerja bangunan.
Pekerja bangunan dalam kehidupannya tingal di bedeng-bedeng proyek, rumah tinggal kontrak ataupun mempunyai rumah tinggal sendiri. Pekerja bangunan ada yang mempunyai kerabat ataupun tidak mempunyai kerabat.
Kata Kunci : Pekerja Bangunan, Kota, Kerabat, Pola, Tinggal


Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik Propinsi DKI Jakarta, (2007). Jakarta Dalam Angka 2006, Jakarta : BPS

BPS, Pusdatin Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, 2008 dalam Harian Kompas, 1 Desember 2008

Brannen, Julia (1977), Memadu Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset

Drucker, Peter, F, People and Performance : The Best of Peter Drucker on Management, Harper & Row Publisher, New York, 1977

Heidjrachman R., Dasar-Dasar Manajemen, UPP AMP YKNP,1990 hal.4-5 Handoko, Hani T, Manajemen,Cet-ke-12, BPFE: Yogyakarta, 1997., hal. 18

Koentjaraningrat, (1982), Masalah-masalah Pembangunan : Bunga Rampai Antropologi Terapan, Jakarta : LP3ES

Morrill, R.L. (1974), The Spatial Organization Of Society, Belmont, California. Duxbury Press

McGee, Terry.G. (1967) The Southeast Asian City, London, The Camelot Press

Mumford, Lewis (1961), The City in History

Makalah Hasil rumusan kelompok IV Seminar Konsep Manajemen Indonesia, Jakarta, 3-5 juli 1979

Propinsi DKI, Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Prop. DKI-Jakarta, 2004

Population Research Centre dalam

www.trcdc.com.org/summaries/indonesia/indonesia.html, diunduh September 2008

Stoner, AF, james dan kawan-kawan, Manajemen, Jilid 1, Jakarta:PT. Prenhallindo, 1996 hal.10

Santoso, Jo, (2006), (Mensiasati) Kota Tanpa Warga, Jakarta : Gramedia

Santoso, Jo, (2008), Arsitektur kota Jawa Kosmos-Kultur & Kuasa, Centropolis, Jakarta, 2008

Suparlan, Parsudi (1980), Lapangan Kerja Bagi Penduduk Berpenghasilan Rendah di Jakarta dalam Widyapura, Jakarta : Journal Pusat Penelitian Masalah Perkotaan dan Lingkungan. No. 6/VII

Suparlan, Parsudi (1985), Pola Hubungan Patron Klien : Model dan Pengetrapannya pada Komuniti Orang Gelandangan, dalam Bulletin Antropologi, Thn. I/1985-PA-UGM. Yogyakarta : Perpustakaan Jurusan Antropologi Fakultas Sastra UGM. Hal : 27 – 31

Suparlan, Parsudi (1986b). Pengantar Metode Penelitian : Penelitian Kualitatif. Makalah disampaikan pada Program Metode Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Jakarta : Universitas Indonesia. 19-24 Januari 1986.

Suparlan, Parsudi (1993), Kemiskinan di Perkotaan, Jakarta : Yayasan Obor Indonesia

Suparlan, Parsudi (1996), Antropologi Perkotaan, Jakarta : Diktat Tidak Diterbitkan. Jurusan Antropologi FISIP – UI

Suparlan, Parsudi (2004), Masyarakat & Kebudayaan Perkotaan, Perspektif Antropologi Perkotaan, Jakarta : Yayasan Pengembangan Kajian Ilmu Kepolisian

Sjoberg, Gideon. (1960) The Pre Industrial City, Vintage, New York.

Tjahjono, Gunawan, (2005) Megapolis dan Konsekuensi Kehadirannya, Jakarta. Jurnal Kajian Pengembangan Perkotaan, Volume 1 No. 2. Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia.

Weber, Max. (1950)The City, New York, The Free Press.

Wheatley, Paul (1983)Nagara and Commandery, The University of Chicago.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Vitruvian



Layout Jurnal Vitruvian: Download

Declaration & CTA Form Vitruvian: Download

(WAJIB DI UPLOAD SEBAGAI SUPLEMENTARY SAAT SUBMIT ARTIKEL)

Vitruvian
Program Studi Arsitektur
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana
Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Tlp./Fax : +62215871335
Surel : [email protected]
p-ISSN : 2088-8201
e-ISSN : 2598-2982
Website : http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian
DOI : 10.22441/vitruvian

Vitruvian is indexed by the following abstracting and indexing services:

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

Web
Analytics Made Easy - StatCounter
View My Stats