EKSPLORASI ARSITEKTUR EKOLOGIS DI DESA WISATA KAMPUNG BUDAYA SINDANG BARANG

Rr. Diana Ayudya, Saeful Mahfud Permana, Trisna Putra Nugraha

Abstract


ABSTRAK

Pengembangan kawasan yang berpotensi menjadi Desa Wisata telah menjadi Rencana Strategis Nasional (Renstranas) pemerintah di bawah Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebagai perwujudan salah satu amanat Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019.

Banyak daerah di Jawa Barat yang memiliki potensi wisata sebagai daya tarik bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, salah satunya adalah potensi pengembangan sebagai Desa Wisata. Salah satu kawasan wisata di Jawa Barat ini yang sudah dikembangkan sebagai desa wisata adalah Kampung Budaya Sindang Barang, yang terletak di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Perencanaan dan perancangan kawasan desa wisata Kampung Sindang Barang sebagai wisata alam dan budaya unggulan di Jawa Barat ini diharapkan dapat menambah kunjungan wisatawan ke Propinsi Jawa Barat umumnya dan Kabupaten Bogor pada khususnya. Namun, pendekatan arsitektur ekologis pada perencanaan dan perancangannya adalah salah satu hal terpenting yang juga harus dilakukan untuk memastikan dilakukan penataan yang baik dan memperhatikan potensi-potensi yang ada  di sekitar kawasan tersebut agar dapat dikembangkan secara lebih optimal dengan tetap melakukan perencanaan pembangunan berkonsep eco-culture.

Pendekatan arsitektur ekologis merupakan salah satu upaya dalam perencanaan dan perancangan kawasan desa wisata yang berkelanjutan, baik dari sisi alam, budaya maupun masyarakatnya.

Perencanaan dan perancangan yang dilakukan di Desa Wisata Kampung Budaya Sindang Barang menggunakan pendekatan metodologi problem solving berdasarkan aspek ekologi kawasan, aspek sosial ekonomi, dan aspek sosial kultural. Konsep eco-culture dikembangkan menjadi konsep dasar pendekatan perancangan Kawasan Desa Wisata Kampung Sindang Barang dengan harapan mampu menarik kunjungan wisatawan dengan memuat prinsip wisata yang dapat mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat melalui pendekatan perencanaan pembangunan yang berkelanjutan.

Kata Kunci :   Arsitektur Ekologis, Arsitektur Berkelanjutan, Pembangunan Berkelanjutan, Ekowisata, Desa Wisata

 

 

ABSTRACT

Build Environment that potentially developed as Tourism Village had become National Strategic Plan of the government under The Republic Indonesia Ministry of Tourism as one of the mandate manifestation of The President of Republic Indonesia Regulation No. 2 Year 2015 about The Development Plan of National Medium-term 2015-2019.

Many areas at West java had many tourism potentials as tourist attractions either for domestic or international tourists, includes potential development as tourism village. Kampung Budaya Sindang Barang at Desa Pasir Eurih, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor was one of the areas at West Java that had been developed as a tourism village.

The planning and design of Kampung Sindang Barang tourism village as prime nature and culture tourism at West Java was hoped to increase tourism visit to West Java Province in general and Bogor Regencyin particular. However, ecological architecture approach on planning and design is one of the most important thing that have to be done to make sure on designing a good planning regarding the area potentials to be optimally developed by consistently planning the development in eco-culture concept.

Ecological architecture approach is one of the efforts on the planning and design of sustainable tourism village area, either by nature, culture, or society sides.

The planning and design at Kampung Budaya Sindang Barang tourism village applies problem solving methodology approach based on areal aspects of ecological, social economy, and socio cultural. Eco-culture concept was developed as basic concept of planning and design approach of Kampung Wisata Sindang Barang tourism area with expectation to reach tourism visit by accommodating tourism principles that can affect local society economical development by approaching sustainable development planning.

 

Keyword: Eco-Architecture, Sustainable Architecture, Sustainable Development planning, Ecotourism, Tourism Village


Full Text:

PDF

References


Crowther, Richard L. 1992. Ecologic Architecture. Butterworth Architecture

Heinz, Frick . 1998 . Dasar-dasar Eko Arsitektur . Penerbit Kanisius.

Heinz, Frick . 2006 . Arsitektur Ekologis: Konsep arsitektur ekologis di iklim tropis, penghijauan kota dan kota ekologis, serta energi terbarukan . Penerbit Kanisius.

Honey, M. 1999. Ecotourism and Sustainable Development: Who Owns Paradise? Island Press, Washington, DC.

GBCI. 2013. Draf Perangkat Penilaian Kawasan Berkelanjutan Di Indonesia. Jurnal Greenship Kawasan Berkelanjutan Di Indonesia. Directorate of Rating Development.

Groat, Linda N and Wang, David. 2013. Architectural Research Methods: Second Edition. Wiley.

Nuryanti, Windu. 1993. Concept, Perspective and Challenges, makalah bagian dari Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata Budaya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Rapoport, Amos. 1969. House, Form and Culture. New Jersey: Prentice-Hall, Inc. Englewood Cliffs.

Sastrawati, Isfa. 2003. Prinsip Perancangan Kawasan Tepi Air (Studi Kasus : Kawasan Tanjung Bunga). Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 14 No. 3 Desember 2003.

Snyder, James C., and Anthony J. Catanese (1979). Introduction to Architecture. Mc Graw –Hill, Inc.

Titisari, Ema Yunita, Joko Triwinarto S, dan Noviani Suryasari. 2012. Konsep Ekologis pada Arsitektur di Desa Bendosari. Jurnal RUAS Jurusan Arsitektur/Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Volume 10 N0 2, Desember 2012.

Yoeti, O. A. 2000. Ekowisata Pariwisata Berwawasan Lingkungan Hidup. Jakarta: P.T. Petja.

Yuliani, Sri. 2012. Paradigma Ekologi Arsitektur Sebagai Metode Perancangan Dalam Pembangunan Berkelanjutan Di Indonesia. Jurnal Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret.

Hochenga, Hong. Dkk. 2011. Microstructural Fabrication And Design Of Sunlight Guide Panels Of Inorganic–Organic Hybrid Material, Journal of Energy and Buildings, 43: 1011–1019.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Layout Jurnal Vitruvian: http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian/article/view/1902


Vitruvian
Program Studi Arsitektur
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana
Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Tlp./Fax : +62215871335
Surel : arsitektur@mercubuana.ac.id
p-ISSN : 2088-8201
e-ISSN : 2598-2982
http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian

Vitruvian is indexed by the following abstracting and indexing services:

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

View My Stats

 

Untuk respon cepat dapat menghubungi pengelola
Christy Vidiyanti
08567535557