MODEL LOYALITAS PADA PENGGUNAAN BRAND INSTANT MESSAGING OLEH REMAJA

Muhammad Gustiasa

Abstract


Instant messaging is one of the communication services that teenagers often use. Referring to its often socializing psychography, many instant messaging brands that compete get market share through marketing communications strategies. The condition of consumer loyalty as the ultimate goal of marketing communication here has its own challenges. Brand switching almost does not cost (zero cost) so consumers often use two or more brands at once in their smartphone or gadget. This research builds and tests consumer loyalty model using brand instant messaging by adolescent. This type of quantitative research is selected by Structural Equation Modeling analysis. There are five hypothesis tests with six variables obtained through the results of previous research factor analysis and literature review. The analysis shows that the model is not fit and only two hypotheses accepted the significance of the influence between the variables. The first hypothesis received is the influence between information exposure variable to the level of brand attribute knowledge. The next hypothesis received significance is the influence of consumer satisfaction levels and perceptions of social support to consumer brand user loyalty.

 

Instant messaging merupakan salah satu layanan komunikasi yang kerap digunakan remaja. Mengacu pada psikografisnya yang kerap bersosialisasi, banyak merek instant messaging yang berkompetisi mendapatkan market share melalui strategi komunikasi pemasaran. Kondisi loyalitas konsumen sebagai tujuan akhir komunikasi pemasaran disini memiliki tantangan tersendiri. Perpindahan merek (brand switching) nyaris tidak membutuhkan biaya (zero cost) sehingga konsumen sering menggunakan dua atau lebih merek sekaligus dalam smartphone atau gadgetnya. Penelitian ini membangun dan menguji model loyalitas konsumen penggunaan brand instant messaging oleh remaja. Tipe penelitian kuantitatif dipilih dengan analisis Structural Equation Modeling. Terdapat lima pengujian hipotesis dengan enam variabel yang didapatkan melalui hasil analisis faktor penelitian sebelumnya dan kajian pustaka. Analisa menunjukkan bahwa model tidak fit dan hanya dua hipotesis diterima signifikansi pengaruh antar variabelnya. Hipotesis pertama yang diterima adalah adanya pengaruh antara variabel terpaan informasi terhadap level pengetahuan atribut brand. Adapun hipotesis berikutnya yang diterima signifikansinya adalah adanya pengaruh level kepuasan konsumen dan persepsi dukungan sosial terhadap loyalitas konsumen pengguna brand.


Keywords


consumer loyalty, marketing communications, instant messaging.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.22441/jvk.v15i1.1684



Jurnal Visi Komunikasi [p-ISSN 1412-3037 | e-ISSN 2581-2335]
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana
Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Tlp./Fax: +62215870341
http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

View My Stats

 

Jurnal Visi Komunikasi was indexed by :

 width=150 width=150width=50 width=50 width=50