PENGARUH PENGGUNAAN IJUK PADA CAMPURAN KOMPOSIT BETON

Authors

  • Fauzan Fauzan Universitas Batam, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22441/jtm.v9i3.9907

Keywords:

Komposit beton, serat ijuk, slump beton, kuat tekan, kuat lentur beton

Abstract

Banyak penelitian yang telah menggunakan serat baja dalam campuran beton normal dan telah dilakukan dalam beberapa negara bagian di dunia. Namun, dikarenakan harga serat kawat baja itu sangat mahal di Indonesia, maka penggunaan serat  ijuk untuk menggantikan serat baja itu dalam campuran beton diteliti dalam penelitian ini. Serat ijuk ini berdiameter 0,5 mm-1,5 mm dipotong dengan panjang 30 mm-60 mm dan digunakan dalam campuran beton sebagai tulangan mikro beton yang diprediksi mampu meningkatkan kuat tekan dan kuat lentur beton. Jumlah serat ijuk yang digunakan bervariasi  0%, 1%, dan 1,5% dikalikan volume beton dengan target kuat tekan fc’ 30 MPa.

       Untuk uji kuat tekan beton, benda uji akan dibuat dalam kubus yang berukuran 150 mm x 150 mm x 150 mm (SNI 03-2834-2000) yang dites pada hari ke 7, 14, 21 dan 28 hari serta uji kuat lentur dengan benda uji berbentuk balok yang berukuran 150 mm x 150 mm x 600 mm (Standar SNI 4431: 2011) yang akan di tes pada hari ke 28 agar diperoleh nilai kuat lentur yang maksimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan serat ijuk dalam campuran beton menurunkan  kuat tekan beton sebesar 25,23% pada komposisi 1% serat ijuk dibandingkan dengan beton berkomposisi 0% serat ijuk dan meningkatkan kuat lentur sebesar 10,67% pada komposisi 1% serat ijuk dibandingkan dengan beton berkomposisi 0% serat ijuk (beton normal) dan juga penggunaan serat ijuk  menurunkan kelecakan nilai slump beton.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Fauzan Fauzan, Universitas Batam

Civil Engineering

References

Annual Book of ASTM Standards Vol 04.02. Amerika Serikat, 2003.

ASTM Committee C09. ASTM C 33-03, Standard Specification for Concrete Aggregates. ASTM Internasional, 2003.

ACI Committee 211. ACI 211.1, Standard Practice for Selecting Proportions for Normal, Heavy Weight and Mass Concrete. ACI, 1991.

Buku Pedoman Praktikum. Pemeriksaan Bahan Beton dan Mutu Beton.

British Standard, 1986, Standard Specification for Concrete Aggregates , BS 6717:Part 1:1986, BSI Publications, London.

Beton Normal. SK. SNI T-15-1990-03, Cetakan Pertama, Bandung: DPU- Yayasan LPMB, 1991.

Depok : Laboratorium Struktur dan Material Departemen Teknik Sipil, 1998.

Dinas Pekerjaan Umum. SNI 03-2493-2002, Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium. PU, 2002.

Dinas Pekerjaan Umum. SNI 03-6815-2002, Tata Cara Mengevaluasi Hasil Uji Kekuatan. PU, 2002.

Dinas Pekerjaan Umum. SNI 03-1974-1990, Metoda Pengujian Kuat Tekan Beton. PU, 1990.

Dinas Pekerjaan Umum. SNI 03-4433-1999, Spesisifikasi Beton Siap Pakai. PU, 1999.

Departemen Pekerjaan Umum. 1989, SK SNI M -08-1989-F Metode Pengujian tentang Analisis Saringan Halus dan Kasar, Yayasan LPMB, Bandung.

Portland Cement, http://www.wikipedia-the free encyclopedia.org.

Shan Somayaji, Civil engineering Materials. New Jersey: Prentice Hall Int., 2001.

Tjokrodimulyo, K. 1996. Teknologi Beton. Nafiri: Yogyakarta.

Published

2020-11-10

How to Cite

[1]
F. Fauzan, “PENGARUH PENGGUNAAN IJUK PADA CAMPURAN KOMPOSIT BETON”, JTM, vol. 9, no. 3, pp. 156–163, Nov. 2020.

Issue

Section

Articles

Similar Articles

> >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.