ANALISA PRODUKSI PADA AEROSOL CAN Ø 65 X 124 DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENDEKATAN SIX SIGMA PADA LINE ABM 3 DEPARTEMEN ASSEMBLY PT. XYZ

Authors

  • Eri Dwi Prasetyo

Abstract

Pada dunia industri akan selalu terdapat persaingan. Kepuasan konsumen menjadi faktor utama yang mampu menentukan kemenangan dalam persaingan di dunia industri. Kepuasan konsumen dapat diraih salah satunya dengan menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Hal inilah yang mendasari PT. XYZ untuk terus melakukan perbaikan kualitas. Penelitian ini difokuskan pada penurunan tingkat reject yang terdapat pada proses produksi Aerosol Can Ø65 X 124 dengan metode Six Sigma. Metode Six Sigma ini disusun berdasarkan sebuah metodologi penyelesaian masalah yang sederhana-DMAIC, yaitu: Define (merumuskan), Measure (mengukur), Analyze (menganalisa), Improve (memperbaiki) dan Control (mengendalikan), yang menggabungkan bermacam-macam  perangkat statistik serta pendekatan perbaikan proses yang lainnya. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh DPMO sebesar 22.749,787 dengan nilai sigma 3,50. Dengan Weld Problem sebagai jumlah reject terbesar yaitu sebanyak  311.226 pcs atau 37,91% dari total reject keseluruhan. Dari analisa Fishbone Diagram dan FMEA didapat  penyebab dari Weld Problem, yaitu: Ukuran material tidak standar, jenis Material yang berbeda-beda, kemampuan Operator kurang, SOP tidak dijalankan, profil Roll Weld aus dan kondisi mesin tidak normal. Maka dari itu perlu dilakukan perbaikan guna mengurangi jumlah reject.

Kata kunci: DMAIC, Fishbone Diagram, FMEA, Produktivitas, Six Sigma

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2016-04-13

How to Cite

1.
Prasetyo ED. ANALISA PRODUKSI PADA AEROSOL CAN Ø 65 X 124 DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENDEKATAN SIX SIGMA PADA LINE ABM 3 DEPARTEMEN ASSEMBLY PT. XYZ. Pasti [Internet]. 2016 Apr. 13 [cited 2026 Jun. 3];8(2). Available from: https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/pasti/article/view/452