PENERAPAN ARSITEKTUR CINEGRAM BERNARD TSCHUMI PADA PERANCANGAN YOGYAKARTA FESTIVAL CENTER
DOI:
https://doi.org/10.22441/vitruvian.2020.v9i3.004Keywords:
Arsitektur Cinegram, Bernard Tschumi, Festival CenterAbstract
Ditetapkannya Yogyakarta sebagai kota destinasi MICE berkesempatan untuk mempromosikan event / festival budaya maupun non budaya yang berada di Yogyakarta. Calender of Event yang diterbitkan oleh pemerintah setiap tahunnya merupakan gerakan pemerintah untuk merespon event yang berkembang di Yogyakarta. Tetapi jika ditinjau dari aktivitasnya kegiatan event masih tersebar diberbagai daerah dan beberapa event tidak mempunyai tempat dan fasilitas yang memadahi untuk mengembangkan event, padahal jika ditinjau dari aktifitas MICE yang rutin digelar maka diperlukan fasilitas untuk mengembangkan event secara terpusat dan komperhensif. Metode perancangan yang digunakan adalah metode pendekatan arsitektur Cinegram Bernard Tschumi. Beberapa data awal yang telah ditemukan pada survei awal, dikembangkan dalam survei lanjutan. Data-data tersebut kemudian diperdalam dan dikembangkan melalui serangkaian survei yang dilakukan berulang kali. Proses analisis merupakan bagian yang menyatu dengan proses observasi data. Dari proses ini kemudian dibangun konstruksi teori dari lapangan. Untuk memenuhi kebutuhan dalam proses pengembangan diperlukan beberapa ruang sebagai fasilitas pertunjukan dan beberapa ruang penunjang event. Selain itu, agar event menjadi berkembang maka diperlukan ruang yang dapat memancing ide – ide baru dari masyarakat untuk mengembangkan event kedepannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah merancang sebuah fasilitas pertunjukan seperti Festival Center untuk mengembangkan event di Yogyakarta dengan pendekatan arsitektur Cinegram Bernard Tschumi.Downloads
References
Indrajaya, T. (2015). Potensi Industri MICE Di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Potensi Industri MICE.
Jerobisonif, Aplimon. (2019). Konsep dan Metode Desain Arsitektur Bernard Tschumi, Kupang, NTT.
Strong, J. (2010). Theatre Buildings - A Design Guide. Oxfordshire, Britania Raya: Routledge.
Soemanto. (2008). Pengertian Pariwisata, Sosiologi, dan Ruang Lingkup Sosiologi Pariwisata. Sosiologi Pariwisata.
Tschumi, Bernard. (1994). Architecture Disjunction, The MIT Express.
Wastuty, P. W. (2013). Space, Event, Movement dalam Karya Bernard Tschumi. Yogyakarta.
Wastuty, P. W. (2012). Hubungan Concept, Context dan Content pada karya Bernard Tschumi, Universitas Lambung Mangkurat.
White, Edward T. (1985). Analisis Tapak, Bandung. Intermatra.









