POTENSI PELIMPAHAN SISA KOEFISIEN LANTAI BANGUNAN UNTUK PENGEMBANGAN BARU DI KAWASAN TAMAN MINI INDONESIA INDAH

Firmansyah Bachtiar

Abstract


ABSTRAK

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan salah satu destinasi wisata utama di DKI Jakarta yang sudah berdiri sejak tahun 1975. Hingga saat ini, pengembangan TMII baru mencakup 38% (150 ha) dari total 394 Ha lahan yang dikuasai oleh Yayasan Harapan Kita (YHK) sebagai pendiri TMII. Peningkatan jumlah wisatawan menyebabkan kawasan TMII saat ini semakin padat dan berbagai pembangunan  fasilitas baru yang ada cenderung dipaksakan keberadaannya. Kebutuhan pengembangan di lahan milik YHK dibatasi oleh arahan RDTR yang membatasi pengembangan KDB rendah, dimana nilai KLB rata-rata Kawasan TMII berada di 0,83. Keberadaan TMII di lokasi yang strategis membuat nilai KLB tidak proporsional jika diseragamkan di seluruh zona kawasan. Tedapat lahan yang perlu ditahan pengembangannya karena merupakan kawasan yang perlu dilestarikan, dan ada yang perlu ditingkatkan intensitasnya karena potensi pengembangannya sebagai kawasan komersial penunjang wisata. Sisa nilai KLB dari area yang ditahan pengembangannya  berpotensi untuk dilimpahkan ke kawasan lain untuk kebutuhan pengembangan yang tetap terintegrasi dengan TMII. Kajian ini dilakukan untuk melihat potensi pelimpahan sisa KLB tersebut dengan mempertimbangkan potensi dan batasan yang ada serta kesesuaiannya menurut rencana tata ruang.

Kata Kunci :   TMII, rekreasi, intensitas bangunan, pelimpahan KLB

 

 

ABSTRACT

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) is being recognized as one of the popular tourism destination in DKI Jakarta since 1975. Recently, the development of TMII covers only 38% of the entire land that being owned by the founders of TMII, Harapan Kita Foundation (YHK). The increasing amount of visitors contributes to the crowdedness and the unplanned development of the facilities. The possibility of  TMII expansion is restricted by the zoning regulation that only allowed the development of low Building Coverage Ratio, where the average Floor Area Ratio (FAR) is around 0,83. TMII is located in a strategic location, thus it will be not proportional if all of the zones being set to have similar FAR. There are development area which need to be hold because of its preservation needs, and there are other area that need to be effectivey developed because of its potential as supporting commercial facility. The rest of the allowed floor area from preserved zone, could be transferred to another area for the development of new recreational and supporting facility which is integrated to the current TMII. This research aims to overview the potential of FAR distribution from the preserved zone to the development zone, considering the potential and restriction of the surrounding neighbourhood and the related zoning regulation as well.

Keyword: TMII, recreational, building intensity, FAR transfer


Full Text:

PDF

References


Adhi Karya (Persero) Tbk. 2017. Kereta Api Ringan / Light Rail Transit Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi. (Slide Powerpoint) http://www.adhi.co.id/media/kcfinder/docs/profil-lrt-kirim-ke-corsec-.pdf. Diakses pada 21 Juni 2018.

Aktual.com. 2016. Ini Kiat TMII Meraih Lima Juta Pengunjung di 2016. http://www.aktual.com/ini-kiat-tmii-untuk-meraih-lima-juta-pengunjung-di-2016.1 Januari 2016. Diakses pada 20 Juni 2018.

Jaya Ancol. 2016. Driving Future Growth: Strengthening Foundation & Consolidation. Annual Report 2016. Jakarta. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

Kompas.com. 2015. 40 Tahun TMII, Napas Baru Bagi Taman Nusantara. 21 April 2015.https://travel.kompas.com/read/2015/04/21/170125027/40.Tahun.TMII.Napas.Baru.bagi.Taman.Nusantara. Diakses pada 21 Juni 2018.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 2014. Panduan Rancang Kota Taman Mini Indonesia Indah. Jakarta. Dinas Tata Ruang Provinsi DKI Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 2014. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta No. 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi. Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Republika.co.id.. 2018. TMII Hadirkan Konsep Reborn Mulai Tahun 2019. 4 Juni 2018.https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/travelling/18/06/04/p9t4qj284-tmii-hadirkan-konsep-reborn-mulai-2019. Diakses pada 20 Juni 2018.

Tempo.co. 2016. Kebun Binatang Ragunan Didatangi 150 Ribu Orang, Satwa Bisa Stres. 19 Juni 2018. https://metro.tempo.co/read/1099087/kebun-binatang-ragunan-didatangi-150-ribu-orang-satwa-bisa-stres. Diakses pada 20 Juni 2018.

Widyaiswara, Nur Hendrastuti. 2017. Ketentuan Tata Ruang dan Pengaruhnya terhadap Nilai Properti : Sebuah Ilustrasi.6 Oktober 2017. Artikel Pajak Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Keuangan. https://bppk.kemenkeu.go.id/id/publikasi/artikel/149-artikel-kekayaan-negara-dan-perimbangan-keuangan/24383-ketentuan-tata-ruang-dan-pengaruhnya-terhadap-nilai-properti-sebuah-ilustrasi. Diakses pada 21 Juni 2018

Yurianti, Wanda. et al. 2017. Kajian Kebutuhan Prasarana dan Sarana Penunjang Atraksi Wisata Pantai Salido (Studi : Kenagarian Salidom Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan).2017.

Zakiyah dan Ariyanto, Eny. 2016. Analisis Pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Karyawan Badan Pengelola dan Pengembangan Taman Mini Indonesia Indah. Jurnal Akmenika Vo. 13 No. 1/2016 : 712-724


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Layout Jurnal Vitruvian: http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian/article/view/1902


Vitruvian
Program Studi Arsitektur
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana
Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Tlp./Fax : +62215871335
Surel : arsitektur@mercubuana.ac.id
p-ISSN : 2088-8201
e-ISSN : 2598-2982
http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian

Vitruvian is indexed by the following abstracting and indexing services:

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

View My Stats

 

Untuk respon cepat dapat menghubungi pengelola
Christy Vidiyanti
08567535557