AKSI CANCEL CULTURE NETIZEN ATAS PUBLIC FIGURE YANG BERPERILAKU ANTI SOSIAL
DOI:
https://doi.org/10.22441/bmw.v18i01.38346Kata Kunci:
Cancel Culture, Media Sosial, Public Figure, Komunikasi Digital, Anti Sosial.Abstrak
Cancel culture merupakan respons publik terhadap perilaku public figure yang dinilai tidak sejalan dengan nilai dan norma sosial (anti-sosial). Penelitian ini bertujuan menganalisis pemicu,tahapan, aktor kunci, pembingkaian narasi, dan peran media sosial dalam praktik cancel culture. Metode penelitian kualitatif deskriptif menggunakan hasil wawancara semi-terstruktur yang dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman. Cancel culture muncul sebagai bentuk penilaian moral kolektif terhadap perilaku public figure yang melanggar norma sosial dan berada pada jangkar sikap dalam latitude of rejection sebagaimana dijelaskan dalam Social Judgement Theory. Netizen membangun narasi moral melalui komentar, unggahan, dan bukti visual untuk membentuk kesepahaman moral sesuai dengan tuntutan validitas dalam Teori Tindakan Komunikatif Habermas. Dan media sosial berperan sebagai ruang penyebaran isu yang berdampak signifikan terhadap reputasi public figure.









