ANALISA KELAYAKAN INVESTASI MESIN INDUSTRI DAUR ULANG PLASTIK DALAM MENINGKATKAN PENCAPAIAN PRODUKSI

Ade Sophian, Hasbullah Hasbullah

Abstract


Peluang pengembangan industri daur ulang plastik di Indonesia dinilai masih cukup besar karena hanya mampu mengisi 80% kebutuhan nasional. Dari  delapan  industri daur ulang plastic di  sekitar Jakarta hamper semuanya memiliki kemampuan produksi 80% dari kapasitasnya. Artikel ini bertujuan untuk menyediakan pendekatan Analisa Kelayakan Investasi dalam peningkatan pencapaian produksi. Penelitian ini dilakukan pada sebuah imdustri daur ulang plastic di Bogor yang memiliki pencapaian produksi  320 Kg/jam dari kapasitas 400 Kg/jam.  Dari temuan penelitian ini, terdapat dua dari lima proses stasiun kerja  WS-1,WS-2,WS-3,WS-4,dan WS-5 memiliki bottleneck sebesar 75,00 dan 72,73 menit dibanding stasiun kerja lainya yang memiliki waktu proses sekitar 60 menit. Analisa Kelayakan Investasi  menunjukan bahwa perbaikan bottleneck dilakukan dengan membeli mesin baru untuk WS-1, dan  WS-3 layak dilakukan,  karena memiliki Net  Present Value (NPV) positif.


Full Text:

PDF

References


Hapsari, H. N., & Damanhuri, T. P. (2009). Studi Persebaran Pelaku Daur Ulang Sampah Plastik Air Minum Dalam Kemasan (Studi Kasus: Kota Bandung). Jurnal Teknik Lingkungan, 15, 71–80.

Hasbullah, H., & Nasir, M. (2021). Pricing of Medical Instrument Products for Domestic Production through Investment Feasibility Analysis. ComTech: Computer, Mathematics and Engineering Applications, 12(1), 9–18. https://doi.org/10.21512/comtech.v12i1.6605

Huang, H. B. (2010). What is good action research ? 8(1), 93–109. https://doi.org/10.1177/1476750310362435

Industry, E. (2022). https://www.marketsandmarkets.com/ Market-Reports/recycled-plastic- market-115486722.html 1.

Kaiser, K., Schmid, M., & Schlummer, M. (2018). Recycling of polymer-based multilayer packaging: A review. Recycling, 3(1). https://doi.org/10.3390/recycling3010001

Khairunnas, J., Ceha, R., & Muhammad, C. (2016). Meminimasi Lead Time Produksi Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing di PT Indofarma ( Persero ) Tbk ( dengan Studi Kasus Kapsul Piroxicam 20 mg ). 9–18.

Koskela-huotari, K., Edvardsson, B., Jonas, J. M., Sörhammar, D., & Witell, L. (2016). Innovation in service ecosystems — Breaking , making , and maintaining institutionalized rules of resource integration. Journal of Business Research. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2016.02.029

Liker. (2004). The Toyota Way Field Book (Vol. 19, Issue 1).

Perindustriaan, K. (2020). ’PERAN INDUSTRI PLASTIK DALAM MENGELOLA SAMPAH PLASTIK YANG DIHASILKAN.

Suci, R. (2021). Kemenperin Dukung Industri Daur Ulang Plastik. Jurnal Jabar.

Surono, U. B. (2013). Berbagai metode konversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Jurnal Teknik, 1(2), 32–40. https://doi.org/10.33005/envirotek.v9i2.966

Swalm, R. O. (1965). Engineering economy. Engineering Economist, 10(4), 40–46. https://doi.org/10.1080/00137916508928729

Wilson. (2010). How to Implement Lean Manufacturing. McGraw-Hill.

Womack et al. (1990). Book Review: The Machine That Changed The World. Memory Studies, 3(2), 179–183. https://doi.org/10.1177/1750698009355679

Zahra, D. L. S. K. (2015). Penggunaan Konsep Lean untuk Meningkatkan Efisiensi Pelayanan Instalasi Farmasi Rawat Jalan. Jurnal Administrasi Rumah Sakit, 2(1), 29–42


Refbacks

  • There are currently no refbacks.