MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PELESTARIAN KEBUDAYAAN BETAWI

Penulis

  • Retno Ayati Universitas Mercu Buana
  • Leila Mona Ganiem Universitas Mercu Buana

DOI:

https://doi.org/10.22441/mediakom.v14i1.16427

Kata Kunci:

, pelestarian kebudayaan Betawi, media sosial, hambatan komunikasi

Abstrak

Budaya Betawi adalah budaya asli kota Jakarta yang keberadaannya berdampingan dengan budaya lain di Jakarta. Bercampurnya budaya multikultural membuat budaya Betawi hampir punah. Salah satu tugas dan fungsi Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta adalah melestarikan kebudayaan Betawi. Namun upaya pelestarian ini terkendala akibat adanya pandemi Covid-19 sehingga berdampak pada refocusing anggaran termasuk untuk pelestarian kebudayaan Betawi. Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta melakukan inovasi dengan menggunakan media sosial sebagai sarana melakukan kegiatan pelestarian kebudayaan Betawi. Penggunaan media sosial difokuskan pada Instagram dan Youtube Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Hasilnya bahwa kegiatan pelestarian kebudayaan Betawi dilakukan dengan memproduksi dan menyebarluaskan konten pelestarian kebudayaan Betawi melalui media sosial yang terdiri perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan. Terdapat hambatan pelestarian kebudayaan Betawi melalui media sosial beserta solusi yang telah dilakukan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi hambatan yang ada.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Retno Ayati, Universitas Mercu Buana

Magister Ilmu Komunikasi

Leila Mona Ganiem, Universitas Mercu Buana

Magister Ilmu Komunikasi

Diterbitkan

2024-06-25

Cara Mengutip

Ayati, R., & Ganiem, L. M. (2024). MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PELESTARIAN KEBUDAYAAN BETAWI. MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi, 14(1). https://doi.org/10.22441/mediakom.v14i1.16427

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.