PERANCANGAN SISTEM KOORDINASI RELAWAN DALAM PENANGGULANGAN BENCANA MENGGUNAKAN GIS DAN AGENT BASED MODELING (ABM)

Penulis

  • FAUZI KHAIR

Kata Kunci:

koordinasi, sentralisasi, desentralisasi, ABM, GIS

Abstrak

Fase respon atau fase tanggap darurat merupakan fase penting dalam penanggulangan bencana. Fase ini membutuhkan suatu sistem koordinasi relawan dan sistem yang terintegritasi dengan baik dalam pengelolaannya. Setiap kesalahan dalam sistem pada fase ini akan berimbas pada peningkatan signifikan dari jumlah korban maupun kerugian materil yang ditimbulkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem koordinasi sentralisasi dan desentralisasi penanggulangan bencana erupsi Merapi. Penelitian ini mengintegrasi pendekatan Agent Based Modeling (ABM) dan Geographic Information System (GIS) dalam memodelkan simulasi evaluasi sistem koordinasi relawan dengan beberapa skenario. ABM bertujuan untuk menggambarkan perilaku agents (pengungsi dan relawan) saat terjadi bencana dengan karakteristik masing-masing. Sedangkan data spasial GIS berguna untuk menggambarkan kondisi jalanan secara nyata untuk kawasan Kabupaten Sleman. Hasil simulasi menunjukkan skenario alternatif desentralisasi yang mengkombinasikan 4 Posko koordinasi menunjukkan penanganan dan penyaluran bantuan menuju barak pengungsian lebih baik dibandingkan dengan skenario awal (sentralisasi).

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2018-09-03

Cara Mengutip

1.
KHAIR F. PERANCANGAN SISTEM KOORDINASI RELAWAN DALAM PENANGGULANGAN BENCANA MENGGUNAKAN GIS DAN AGENT BASED MODELING (ABM). Pasti [Internet]. 3 September 2018 [dikutip 27 Juli 2026];12(2):249-61. Tersedia pada: https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/pasti/article/view/3725

Terbitan

Bagian

Articles