ANALISIS PERBANDINGAN PRAKTIK MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN KATEGORI LAPIS PERTAMA (BLUE CHIP) DAN KATEGORI LAPIS KEDUA (SECOND LINER) SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN IFRS DI INDONESIA

Penulis

  • Taryono Taryono

DOI:

https://doi.org/10.22441/tekun.v6i2.334

Abstrak

Penelitian ini melakukan pengujian secara empiris tentang praktik manajemen laba pada perusahaan kategori lapis pertama (blue chip) dan perusahaan kategori lapis kedua (second liner) di Indonesia sebelum dan sesudah diterapkannya IFRS secara penuh yaitu terhitung mulai tanggal 01 Januari 2012. Isu utama dalam penelitian ini adalah ada atau tidaknya perubahan praktik manajemen laba sebelum dan sesudah diterapkannya IFRS di Indonesia. Hasil analisis menunjukan bahwa praktik manajemen laba pada perusahaan lapis pertama (blue chip) tidak mengalami perbedaan karena nilai asymp sig = 0,687 > α = 0,05 maka Ho diterima yang berarti bahwa tidak ada perbedaan manajemen laba pada perusahaan kategori lapis pertama (blue chip) sebelum dan sesudah penerapan IFRS di Indonesia. Untuk perusahaan kategori lapis kedua (second liner) karena nilai asymp sig = 0,608 > α = 0,05 maka Ho diterima yang berarti juga tidak ada perbedaan manajemen laba pada perusahaan kategori lapis kedua (second liner) sebelum dan sesudah penerapan IFRS di Indonesia

 

Kata kunci: Manajemen laba, IFRS, blue chip, second liner, discretionary revenue.

 

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2015-08-01

Cara Mengutip

Taryono, T. (2015). ANALISIS PERBANDINGAN PRAKTIK MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN KATEGORI LAPIS PERTAMA (BLUE CHIP) DAN KATEGORI LAPIS KEDUA (SECOND LINER) SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN IFRS DI INDONESIA. TEKUN: Jurnal Telaah Akuntansi Dan Bisnis, 6(2). https://doi.org/10.22441/tekun.v6i2.334

Terbitan

Bagian

Articles