PERANCANGAN INSTITUT KESENIAN DENGAN PENDEKATAN METAFORA DI BSD
Abstract
Kesenian memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya dan menumbuhkan kreativitas masyarakat. Namun, kawasan BSD Tangerang yang berkembang pesat sebagai kota mandiri belum memiliki fasilitas pendidikan seni yang representatif. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merancang Institut Kesenian di BSD dengan pendekatan arsitektur metafora, yang bertujuan menciptakan bangunan pendidikan seni yang tidak hanya fungsional tetapi juga sarat makna simbolik. Pendekatan metafora memungkinkan rancangan bangunan menjadi wadah ekspresi artistik yang merepresentasikan hubungan antara budaya lokal dan perkembangan modernitas. Institut ini dirancang untuk menampung dua cabang utama seni, yaitu seni rupa dan seni pertunjukan, serta difungsikan sebagai ruang interaksi sosial yang terbuka bagi sivitas akademika dan masyarakat umum. Proses perancangan melibatkan analisis lokasi, studi preseden, kebutuhan ruang, serta pertimbangan konteks urban dan sosial BSD. Hasil rancangan menunjukkan bangunan yang berpadu dengan lingkungan, memanfaatkan konsep gubahan massa yang dinamis, zoning fungsional, serta penerapan prinsip keberlanjutan. Institut ini diharapkan mampu menjadi landmark arsitektur yang memperkuat identitas BSD sebagai kota modern yang mendukung pendidikan dan budaya, sekaligus menyediakan ruang inklusif untuk kolaborasi dan pengembangan seni.Downloads
Download data is not yet available.
Downloads
Published
2026-08-27
How to Cite
1.
Syaefulloh AM. PERANCANGAN INSTITUT KESENIAN DENGAN PENDEKATAN METAFORA DI BSD. TERAKOTA [Internet]. 2026 Aug. 27 [cited 2026 Aug. 28];4(2):020. Available from: https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/terakota/article/view/35188
Issue
Section
Articles









