PERANCANGAN MIXED-USE BERBASIS TOD DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK UNTUK MEINGKATKAN RUANG HIJAU DAN KONEKTIVITAS PEJALAN KAKI DI STASIUN MRT FATMAWATI, JAKARTA
Abstract
Perkembangan kawasan perkotaan di Jakarta yang semakin pesat menimbulkan berbagai permasalahan, seperti kemacetan, dominasi kendaraan pribadi, keterbatasan ruang terbuka hijau, serta konektivitas pejalan kaki yang belum optimal, khususnya di kawasan Stasiun MRT Fatmawati sebagai salah satu kawasan transit strategis. Kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan mixed-use berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan transportasi publik, namun kondisi eksisting masih belum sepenuhnya mendukung terciptanya lingkungan yang nyaman, berkelanjutan, dan ramah pejalan kaki. Perancangan ini bertujuan menghasilkan konsep kawasan mixed-use berbasis TOD dengan pendekatan arsitektur biofilik untuk meningkatkan konektivitas pejalan kaki, mengintegrasikan fungsi kawasan, serta meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-analitis melalui studi literatur, studi preseden, pengumpulan data, dan analisis tapak terkait aksesibilitas, sirkulasi, lingkungan, serta potensi kawasan. Hasil perancangan berupa bangunan mixed-use yang menggabungkan fungsi commercial space, coworking space, dan apartemen dalam satu kawasan terintegrasi dengan sistem transportasi publik. Prinsip TOD diterapkan melalui penguatan jalur pedestrian, kemudahan akses menuju MRT, serta pengurangan dominasi kendaraan pribadi. Sementara pendekatan biofilik diwujudkan melalui courtyard, vegetasi, pencahayaan alami, ventilasi alami, dan ruang hijau untuk meningkatkan kenyamanan serta kualitas mikroklimat kawasan. Perancangan ini diharapkan menjadi alternatif solusi bagi pengembangan kawasan perkotaan yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada manusia.









