STRUKTUR RUMAH TINGGAL MASYARAKAT JULAH: WUJUD PEWARISAN TRADISI ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DI BALI UTARA

Ni Putu Suda Nurjani

Abstract


ABSTRAK
Isu lingkungan telah menjadi isu populer dan aktual dalam satu dekade terakhir ini. Hal itu melahirkan berbagai upaya untuk menghasilkan solusi yang tepat bagi permasalahan lingkungan. Berdasarkan kondisi tersebut, salah satu konsep pemecahan masalah yang saat ini banyak dibicarakan adalah arsitektur berkelanjutan (sustainable architecture). Namun demikian, sustainable architecture bukan sekedar menyangkut persoalan teknologi-material, tapi juga menyangkut sikap budaya dan pendidikan. Pada masyarakat tradisional misalnya, sustainability terjadi bukan hanya dengan perwujudan fisik, namun lebih pada adanya kepercayaan atas nilai-nilai yang mendasarinya, yaitu penghargaan dan pemahaman untuk menjaga keselarasan alam. Seperti yang terjadi pada masyarakat Desa Julah. Julah merupakan salah satu desa Bali Aga (Bali asli) yang sampai saat ini sangat taat terhadap adat dan tradisi. Berdasarkan hasil observasi penulis di Desa Julah, tidak ditemukan perubahan yang besar terutama dalam hal pembentukan struktur spasial ruang rumah tinggal masyarakatnya. Walaupun sudah banyak masyarakat Julah yang mapan dari segi ekonomi, akan tetapi mereka tetap taat terhadap adat dan tradisi. Kelestarian lingkungan adalah hal utama yang menjadi pertimbangan dalam setiap permasalahan yang terjadi di Desa Julah. Penelitian ini mengkaji dua hal mendasar yang membentuk karakter keruangan rumah tinggal masyarakat Julah. Pertama, mendeskripsikan bagaimana pola perilaku budaya masyarakat Julah dalam berinteraksi dengan lingkungan alam dan lingkungan binaan (arsitektur) secara selaras dan berkelanjutan. Kedua, mengkaji bagaimana pola perilaku itu dipelihara dan diwariskan melalui proses pembelajaran kepada generasi berikutnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, yang tidak hanya berfokus pada proses (perilaku) tetapi juga pada bentuk fisik rumah tinggal sebagai produk budaya arsitektur.
Kata Kunci : Arsitektur berkelanjutan, rumah tinggal, tradisi


ABSTRACT
Environmental issues have become a popular and actual issues in the past decade. It spawned numerous attempts to produce appropriate solutions for environmental problems. Under these conditions, one of the problem-solving that is currently widely discussed in architecture is sustainable development. However, sustainable architecture is not simply linked to a problem-material technology, but also about cultural attitudes and education. In traditional societies, for example, sustainability occurs not only with the physical embodiment, but rather on their confidence in the underlying values, namely respect and understanding to maintain the harmony of nature. As happened in the village community Julah. Julah is a Bali Aga village (original Balinese), which until now was very obedient to the customs and traditions. Based on observations in this village, there are no major changes, especially in terms of the formation of the spatial structure of residential space community. Although, many people in Julah village established in terms of the economy, but they remain obedient to custom and tradition. Environmental sustainability is the main thing to be considered in any problems that occurred in the Julah village. This study examines the two fundamental things that characterize spatial of Julah residential community. First, describe how the patterns of cultural behavior in society Julah interact with the natural environment and the built environment (architecture) in a harmonious and sustainable. Second, examine how patterns of behavior that are maintained and passed through a learning process to the next generation. The method used in this study is a qualitative research method, which not only focuses on the process (behavior) but also on the physical form of the residence as a cultural product architecture.
Keyword: sustainable architecture, house, tradition


Full Text:

PDF

References


Altman, Irwin & Martin Chemers (1984): ”Culture and Environment”. California: Wadswoth, Inc.

Alwasilah, A. C., Suryadi, K., Tri Karyono. (2009). Etnopedagogi: Landasan praktek pendidikan dan pendidikan guru. Kiblat Buku Utama, Bandung.

Aspinal, P dalam Farmer, B dan Louw, H (1993). Companion to Contemporary Architectural Thought London: Routledge.

Barkes, F. (1999). Traditional Ecological Knoledge in Perspective. Dalam Julian T. Inglis (ed) Traditional Ecological Knowledge: Concepts and cases. London: International Program on Traditional Ecological Knowledge and International Development Research Centre.

Brundtland, Gro Harlem (1987). Our Common Future. World Commission on Environment and Development (WCED). New York: Oxford University Press

Crouch, Dora P. & Johnson, June G., (2001). Traditions in Architecture: Africa, America, Asia,and Oceania. Oxford University.

Guy, Simon and Farmer, Francis (2001). Reinterpreting Sustainable Architecture: The Place of Technology,” Journal of Architectural Education, vol. 54, no. 3 (Feb. 2001)

Dansby, dalam Farmer, B dan Louw, H (1993) Companion to Contemporary Architectural Thought London: Routledge.

Dellyani (2013) Definisi dan fungsi rumah tinggal dalam

Dwijendra, N K A (2009) Arsitektur & Kebudayaan Bali Kuno, Berdasarkan Kajian Desa-Desa Tradisional Bali: Udayana University Press.

Dwijendra, N K A (2008) Arsitektur Rumah Tradisional Bali, Berdasarkan Asta Kosala-Kosali : Udayana University Press.

Dwijendra, N K A (2003) Perumahan dan Permukiman Tradisional Bali, Jurnal Permukiman Natah Vol.1, p: 8-25.

Gelebet (2002) Arsitektur Tradisional Daerah Bali : Badan Pengembangan Kebudayaan Dan Pariwisata Deputi Bidang Pelestarian Dan Pengembangan Budaya Bagian Proyek Pengkajian Dan Pemanfaatan Sejarah Dan Tradisi Bali.

Habraken, N J (1978) General Principles A Bout the Way Built Environment Exist : Massachusetts.

Hardie, G dalam Missinghamb and Downton (1985) Place and Placemaking, Proceeding of People and Physical Environment Research (PAPER) Conference : Melbourne.

Haryadi dan Setiawan, B (1995) Arsitektur Lingkungan dan Perilaku, Suatu Pengantar ke Teori, Metodelogi dan Aplikasi, Yogyakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Hoebel, E Adamson, Frost, Everett L (1976), dalam Sasongko (2005) Cultural and Social Anthropology, New York, McGraw-Hill Book.

Koentjaraningrat (1990), ”Pengantar Ilmu Antropologi”. Penerbit: Rineka Cipta, Jakarta. Loeckx, Andre & Varmuelen, Paul (1986), Note On The Methodology Of Urban Analysis, Katholieke Universiteit Leuve

Kusumawati, M, et all (2007) Jejak Megalitik Arsitektur Tradisional Sumba, Yogyakarta : Graha Ilmu

Locher GW (1978) Transformation and Tradition, and Other Essays, KITLV – Translation Series 18,The Hogue – Martinus Nijhoff.

May, John., (2010). Buildings Without Architects: A Global Guide to Everyday Architecture. New York. Rizzoli.

Prawoto, Eko (2010). Arsitektur Yang Memberi. Dalam: http://www.housingestate.com/index.php. diakses 24 juli 2015

Schulz, N dalam Sasongko (2005) “Genius Loci”, New York, Electa/Rizolly.

Rapoport (1998) Using Culture In Housing Design, University of Wisconsin Vol.25, No.1 & 2, p: 1-20

Mangunwijaya, Y.B., (1992), “Wastu Citra”, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Manurung, P., (2011), “Belajar Kearifan Arsitektur Nusantara Melalui Service-Learning”, Prosiding Seminar Nasional RAPI ke 10 Universitas Muhammadiyah Surakarta, 13 Desember 2011.

Manurung, P., (2011), “The Astuteness of Toraja’s Traditional Architecture”, Indonesia Design Magazine, Vol.8. No.45. July - August 2011, hlm. 100-103.

Manurung, P., (2012), “Omo Hada: A Picture of Beauty”, Indonesia Design Magazine, Vol.9. No.48. Jan-Feb 2012, hlm. 88-92.

Monografi Desa Julah 2013

Cyber (2013) Interaksi Desa_Kota dalam diakses oktober 2013

Harry B Zackrison, Jr, P.E, Energy Conservation Techniques For Engineers, Van Nostrand Reinhold Company Inc., 1984

Hadiyanuariswanto (2013) Definisi rumah tinggal dalam

diakses oktober 2013

Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng (2013) Desa Julah dalam diakses oktober 2013

Sam C M Hui1996. Sustainable Architecture, Building Energy Efficiency Research

Sassi, P., (2006), “Strategies for Sustainable Architecture”, Taylor & Francis inc. New York

Spradley (1980). Participant Observation. Holt, Rinehart and Winston.

Steele, James (1997). Sustainable Architecture; Principles, Paradigms, and Case Studies. New York: McGraw-Hill

Wikipedia (2014) Nilai, Budaya, Sistem Nilai dan Orientasi

Yanuirdianto (2013) Pengertian Kebudayaan dan Unsur-Unsur Kebudayaan


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Layout Jurnal Vitruvian: http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian/article/view/10038

Declaration & CTA Form Vitruvian: http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian/article/view/10079

(WAJIB DI UPLOAD SEBAGAI SUPLEMENTARY SAAT SUBMIT ARTIKEL)

Vitruvian
Program Studi Arsitektur
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana
Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Tlp./Fax : +62215871335
Surel : arsitektur@mercubuana.ac.id
p-ISSN : 2088-8201
e-ISSN : 2598-2982
Website : http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian
DOI : 10.22441/vitruvian

Vitruvian is indexed by the following abstracting and indexing services:

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

Web
Analytics Made Easy - StatCounter
View My Stats