PENGEMBANGAN PRIORITAS ALUN-ALUN SITUBONDO SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK

Riska Indayana, Nunung Nuring Hayati, Dano Quinta Revana

Abstract


Alun-alun merupakan suatu lapangan terbuka yang luas dan berumput yang dikelilingi oleh jalan dan dapat digunakan kegiatan masyarakat yang beragam (Alfian dkk, 2020). Salah satu kota yang masih memanfaatkan alun-alun sebagai ruang terbuka publik serta identitas bagi wilayahnya adalah Kabupaten Situbondo, kabupaten yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa ini masih sangat memanfaatkan keberadaan alun-alun dan menjadikannya sebuah jantung kota. Namun, saat ini pengelolaan kawasan Alun-alun masih belum optimal karena masih banyak permasalahan seperti masih terdapat parkir dan PKL di bahu jalan, kurangnya perawatan pada fasilitas yang telah ada seperti fasilitas bermain anak, kurang menariknya beberapa tempat, dan kurang tertatanya PKL yang ada di dalam kawasan alun-alun yang pada akhiranya akan membawa dampak terhadap pencitraan sebuah daerah perkotaan. Dilakukannya penelitian ini dengan tujuan agar diharapkan mengoptimalkan fungsi dan kenyamanan kawasan Alun-alun Situbondo. Terdapat dua metode analisis yaitu analisis deskriptif untuk karakteristik kondisi eksisting kawasan Alun-alun Situbondo serta metode IPA untuk mengetahui prioritas pengembangan yang dirasakan pengunjung untuk penataan kawasan Alun-alun Situbondo. Hasil penelitian terdapat 6 prioritas pengembangan yaitu pedestrian, jogging track, lapangan olahraga, working space, pos keamanan dan foodcourt dengan strategi pengembangan yang didasari oleh potensi dan permasalahan serta penilaian tingkat kepentingan dan kepuasan Alun-alun Situbondo oleh pengunjung.

 

Alun-alun is a wide open grassy field surrounded by roads and can be used for various community activities. One of the cities that still uses the town square as a public open space and an identity for its territory is Situbondo Regency, a district located on the north coast of Java Island that still makes great use of the town square and makes it the heart of the city. However, currently the management of the Alun-alun area is still not optimal because there are still many problems such as parking and street vendors on the shoulder of the road, lack of maintenance of existing facilities such as children's play facilities, the unattractiveness of several places, and the lack of order in the street vendors in the square area which will ultimately have an impact on the image of an urban area. This research was conducted with the aim of optimizing the function and comfort of the Situbondo Square area. There are two methods of analysis, namely descriptive analysis for the characteristics of the existing conditions of the Situbondo Square area and the IPA method to find out the development priorities felt by visitors for the arrangement of the Situbondo Square area. The results of the study show 6 development priorities, namely pedestrian, jogging track, sports field, working space, security post and food court with a development strategy based on potential and problems as well as an assessment of the level of importance and performance of Situbondo Square by visitors.


Keywords


Alun alun; Ruang Terbuka Publik; Strategi Pengembangan

References


Alfian, Rizki dan Soelistyari, Hesti Triana dan Taty, Delviany Lisonio. 2020. Kajian Desain Alun-Alun Kota Malang Berdasarkan Persepsi Dan Preferensi Pengunjung. Buana Sains. 20 (2) : 131-138.

Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19-5/E. Semarang: Universitas Diponegoro.

Jamaluddin, Rizqi. 2018. Identifikasi Alun-Alun Kudus Sebagai Fasilitas Ruang Terbuka Publik Di Tinjau Terhadap Pendekatan Dimensi Fungsi Dan Dimensi Sosial. Jurnal Planologi. 15 (1): 34-48

Laksono, Dwi Wibowo; Astuti, Dyah Widi. 2021. Eksplorasi Potensi Pengembangan Alun-Alun Kabupaten Cilacap Sebagai Identitas Arsitektur Di Wilayahnya. Seminar Ilmiah Arsitektur. 508-516.

Muhamad, M dan Faradisa, S R N. 2021. Study of city public open space elements as an urban tourism (case study of public open space in Yogyakarta City). IOP Conf. Series Earth and Environmental Science. 780 (1): 1-9

Peraturan Bupati Situbondo Nomor 14 Tahun 2018 Tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Tebuka Hijau

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 05/Prt/M/2008 Tentang Pedoman Penyediaan Dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan

Project for Public Space. 2022. Placemaking: What if we built our cities around places

Rencana strategis (RENSTRA) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Situbondo Tahun 2016 - 2021

Tampubolon, Angela Christysonia et al. 2016. Sense Of Place Pada Taman Budaya Sumatera Utara

Yuniar, Erwin; Salamah, Alisha Nuur; Kania, Verina Dyah; Lestari, Vigia Tri. 2019. Desain Ruang Terbuka Publik Ditinjau dari Elemen Pembentuk Fisik Kota. Jurnal Arsitektur TERRACOTTA. 1(1), 45-56 doi:https://doi.org/10.1016/j.buildenv.2020.107195




DOI: http://dx.doi.org/10.22441/vitruvian.2022.v13i1.007

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Layout Jurnal Vitruvian: Download

Declaration & CTA Form Vitruvian: Download

(WAJIB DI UPLOAD SEBAGAI SUPLEMENTARY SAAT SUBMIT ARTIKEL)

Vitruvian
Program Studi Arsitektur
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana
Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Tlp./Fax : +62215871335
Surel : [email protected]
p-ISSN : 2088-8201
e-ISSN : 2598-2982
Website : http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian
DOI : 10.22441/vitruvian

Vitruvian is indexed by the following abstracting and indexing services:

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

Web
Analytics Made Easy - StatCounter
View My Stats