KOMPARASI ERGONOMI RUANG WUDHU MASJID JAMI’ AL-KARIM PESANGGRAHAN DAN MASJID ASH SHAFF EMERALD BINTARO

Toriq Aziz Kurniawan, Andjar Widajanti

Abstract


ABSTRAK

Kewajiban utama seorang muslim adalah untuk menjalankan sholat lima waktu dalam sehari. Salah satu syarat sahnya sholat yaitu dengan diwajibkannya untuk mensucikan diri terlebih dahulu dengan cara berwudhu. Berwudhu bisa dilakukan kapanpun, tidak hanya di saat sebelum sholat, namun bisa juga ketika sedang berhadats kecil. Berwudhu dapat dilakukan dengan cara berdiri ataupun duduk. Penelitian dilakukan di Masjid Jami’ Al-Karim Pesanggrahan dan Masjid Ash Shaff Emerald Bintaro pada ruang wudhu yang memiliki ruang wudhu duduk dan berdiri, dengan tujuan untuk mengkomparasikan kedua ruang wudhu dengan mengukur tingkat ergonomi ruang wudhu dan dengan standar yang ada. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi. Pengolahan data observasi menggunakan matriks observasi, kemudian hasil observasi menggunakan interval main score. Hasil Observasi ruang wudhu Masjid Jami’ Al-Karim Pesanggrahan dan Masjid Ash Shaff Emerald Bintaro menunjukkan 5 dari 7 faktor ergonomi sudah memenuhi standar dan sisanya belum memenuhi standar. Faktor-faktor dalam ruang wudhu yang belum memenuhi standar adalah penyelesaian interior pada ruang wudhu berdiri dan duduk. Sedangkan sisanya seperti sirkulasi vertikal, material, pencahayaan, penghawaan, dan sirkulasi horizontal sudah memenuhi standar. Kriteria yang belum memenuhi standar pada kedua ruang wudhu pada kedua masjid ini sama-sama 3 kriteria. Namun bedanya pada Masjid Al-Karim pada kriteria tinggi keran (duduk), tinggi keran (berdiri) dan lebar dudukan pada ruang wudhu duduk, sedangkan pada Masjid Ash Shaff belum memenuhi standar pada kriteria jarak antar keran (berdiri), jarak antar keran (duduk) dan jarak antar dudukan.Namun setelah diolah menggunakan metode interval maka Masjid Al-Karim Pesanggrahan memperoleh nilai rata-rata 2.08 (Baik) dan Masjid Ash Shaff Emerald Bintaro memperoleh nilai rata- rata 2.43 (Sangat Baik).

Kata Kunci : masjid, ruang wudhu, ergonomi

 

 

ABSTRACT

The main duty of a Muslim is to perform the five daily prayers a day. One of the requirements of the validation of prayer is by obligated to purify themselves first by means of ablution. Ablution can be done anytime, not only at the time before the prayer, but can also when it is small hadats. Ablution can be done by standing or sitting. The study was conducted at Jami 'Al-Karim Pesanggrahan and Ash Shaff Emerald Bintaro Mosque in ablution room which has wudhu sitting and standing room, in order to compile the two ablution rooms by measuring the level of ergonomics of ablution room and with the existing standard. Data collection is done by observation. Observation data processing using observation matrix, then the result of observation using main score interval. The results of observation of ablution room of Jami 'Al-Karim Pesanggrahan Mosque and Ash Shaff Emerald Bintaro Mosque shows 5 of 7 ergonomic factors have met the standard and the rest have not met the standard. Factors in the ablution room that have not met the standard is the completion of the interior in the ablution room standing and sitting. While the rest such as vertical circulation, material, lighting, penghawaan, and horizontal circulation already meets the standards. Criteria that do not meet the standards in both ablution room in both mosques are equally 3 criteria. The difference between the faucet (sitting), the tap height (standing) and the width of the seat in the ablution room, while in the Ash Shaff Mosque has not met the standard on the criteria of the distance between the taps (standing) And the distance between the holder. However, after being processed using the interval method, Al-Karim Pesanggrahan Mosque got an average value of 2.08 (Good) and Ash Shaff Emerald Bintaro Mosque got an average value of 2.43 (Very Good).

Keyword: mosque, ablotion room, ergonomic


Full Text:

PDF

References


Alfata, Muhammad Nur Fajri. Dkk. 2013. Studi Ergonomi terhadap Rancangan Ruang Kerja Kantor Pemerintah Berdasarkan Antropometri Indonesia, Jurnal Permukiman ISSN: 1907-4352 Vol. 7: 126-137.

Fibrianie, Etwin. 2013. Analisis Ergonomi Ruang Wudhu Wanita di Masjid Ad-Dinur Rasyid Politeknik Negeri Samarinda, Jurnal Eksis Vol. 2,9.

Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No.403/KTSP/M/2002.

Kurniawan, Rizky Dwi. 2016. Evaluasi Ergonomi Ruang Wudhu Masjid Al-Ikhlas Karang Tengah Permai Tangerang, Seminar Arsitektur Universitas Mercu Buana, Jurusan Teknik Arsitektur.

Panero, Julius. 2003. Human Dimension & Interior Space. Erlangga. Jakarta., diakses pada Juli 2017.

Permen PU No. 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan, diakses pada Juli 2017.

Siswoyo, Mary Eirene. 2015. Evaluasi Pasca Huni pada Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3, Seminar Arsitektur Universitas Mercu Buana, Jurusan Teknik Arsitektur.

Suparwoko. 2016. Standar Perancangan Tempat Wudhu dan Tata Ruang Masjid.

Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/SE/M/2011.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Vitruvian



Layout Jurnal Vitruvian: Download

Declaration & CTA Form Vitruvian: Download

(WAJIB DI UPLOAD SEBAGAI SUPLEMENTARY SAAT SUBMIT ARTIKEL)

Vitruvian
Program Studi Arsitektur
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana
Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Tlp./Fax : +62215871335
Surel : [email protected]
p-ISSN : 2088-8201
e-ISSN : 2598-2982
Website : http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian
DOI : 10.22441/vitruvian

Vitruvian is indexed by the following abstracting and indexing services:

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

Web
Analytics Made Easy - StatCounter
View My Stats