STRATEGI PENINGKATAN PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANG MINIM BUKAAN SAMPING MELALUI PERANGKAT PENCAHAYAAN ATAS

Authors

  • Christy Vidiyanti Universitas Mercu Buana, Indonesia

Abstract

Hunian padat penduduk di pinggir kota, cenderung memiliki orientasi bangunan horizontal (bangunan landed). Hunian landed dikawasan padat penduduk, memiliki bukaan berupa jendela dengan dimensi yang terbatas, sehingga menyebabkan minimnya penerimaan pencahayaan matahari melalui jendela (side lighting). Untuk itu diperlukan upaya lainnya untuk meningkatkan pencahayaan alami pada ruang yang tidak memiliki jendela, yaitu melalui pencahayaan atas (top lighting). Hasil penelitian diharapkan dapat berkontribusi secara jangka panjang yaitu berupa strategi dalam upaya mengurangi konsumsi energi baik untuk bangunan baru maupun untuk retrofit bangunan. Penelitian ini memfokuskan pada strategi pencahayaan alami pada teknologi pencahayaan atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja berbagai tipe pencahayaan atas (clerestory, skylight,dan roof monitor) dalam mengoptimalkan pencahayaan alami pada ruang dengan pencahayaan samping terbatas. Pada ruang tidur, tingkat pencahayaan terbaik dihasilkan oleh model dengan skylight tipe 2 yaitu bukaan cahaya pada bagian atas ruang sebesar 5% dari luas ruang dan diletakkan pada bagian pinggir dari ruang. Pada ruang dapur, tingkat pencahayaan terbaik dihasilkan oleh model dengan skylight tipe 1 yaitu bukaan cahaya pada bagian atas ruang sebesar 5% dari luas ruang dan diletakkan pada bagian tengah dari ruang.
Kata Kunci : pencahayaan alami, pencahayaan atas, optimasi, hunian padat

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2017-01-10

How to Cite

1.
Vidiyanti C. STRATEGI PENINGKATAN PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANG MINIM BUKAAN SAMPING MELALUI PERANGKAT PENCAHAYAAN ATAS. Vitruvian [Internet]. 2017 Jan. 10 [cited 2026 Aug. 19];6(1). Available from: https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian/article/view/976

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>