KONSEP DESAIN TAMAN KETETANGGAAN SEBAGAI KATALIS BAGI LINGKUNGAN BERKELANJUTAN
DOI:
https://doi.org/10.22441/vitruvian.2024.v14i1.006Kata Kunci:
bandung, arsitektur berkelanjutan, urban katalis, taman ketetanggaanAbstrak
Perspektif hubungan manusia dengan alam dipahami sebagai hubungan timbal balik yang seharusnya saling menguntungkan. Namun seringkali manusia baru bertindak, menghargai, dan melindungi, setelah lingkungan alam tersebut sulit untuk didapatkan atau diakses. Sebagai tindak lanjut dari upaya keberlanjutan alam, konsep SDGs diaplikasikan ke dalam desain arsitektur berkelanjutan, salah satunya dalam pengembangan taman- taman di perkotaan. Taman ketetanggaan merupakan salah satu tipe ruang terbuka hijau yang banyak dijumpai di kawasan permukiman di Kota Bandung. Terlepas dari luasnya yang tidak signifikan, taman ketetanggaan mampu memberi peranan lebih untuk mempengaruhi lingkungan sekitarnya baik dari sisi ekologis, segi ekonomi, maupun interaksi sosial. Namun keberadaan taman- taman tersebut tidak serta-merta menandakan adanya konsep keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji konsep desain seperti apa yang mempengaruhi lingkungan, dan sejauh mana pengaruh tersebut berdampak pada keberlanjutan lingkungannya. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data utama dari observasi dan kajian literatur, diharapkan mampu memberi gambaran secara lengkap, sistematis, dan memberikan interpretasi yang tepat dari fakta- fakta yang ada. Contoh kasus mengambil dua taman ketetanggaan yang berlokasi di Kota Bandung yaitu Taman Superhero dan Taman Arcamanik Endah, yang dipilih berdasarkan beberapa kriteria di antaranya faktor aksesibilitas, luas yang hampir sama, fasilitas yang hampir mirip, dan faktor perkembangan pascapandemi yang menunjukkan tren positif terhadap aspek- aspek keberlanjutan lingkungan.Dari hasil pengamatan ditemukan indikasi konsep desain sebagai katalis yang menunjukkan adanya pengaruh terhadap keberlanjutan lingkungan di sekitar lokasi.
Unduhan
Referensi
Alizadehtazi, B., Tangtrakul, K., Woerdeman, S., Gussenhoven, A., Mostafavi, N., & Montalto, F. A. (2020). Urban Park Usage During the COVID-19 Pandemic. Journal of Extreme Events, 07(04). https://doi.org/10.1142/s2345737621500081
Attoe, W., & Logan, D. (1989). American Urban Architecture: Catalysts in the Design Cities (D. Logan, Ed.). University of California Press.
Bachtiar, R. (2020). Perancangan Kembali Kawasan Komersial Jalan Raya Rungkut Madya Surabaya Dengan Pendekatan Urban Catalyst. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Bao, Y., Gao, M., Luo, D., & Zhou, X. (2023). Urban Parks—A Catalyst for Activities! The Effect of the Perceived Characteristics of the Urban Park Environment on Children’s Physical Activity Levels. Forests, 14(2). https://doi.org/10.3390/f14020423
Barth, D. (2017). Reimagining Neighborhood Parks. FRPA Journal, 8–9. http://cptedsecurity.com/cpted_design_
Cohen, D. A., Han, B., Evenson, K. R., Nagel, C., McKenzie, T. L., Marsh, T., Williamson, S., & Harnik, P. (2017). The prevalence and use of walking loops in neighborhood parks: A national study. Environmental Health Perspectives, 125(2), 170–174. https://doi.org/10.1289/EHP293
Honey-Rosés, J., Anguelovski, I., Chireh, V. K., Daher, C., Konijnendijk van den Bosch, C., Litt, J. S., Mawani, V., McCall, M. K., Orellana, A., Oscilowicz, E., Sánchez, U., Senbel, M., Tan, X., Villagomez, E., Zapata, O., & Nieuwenhuijsen, M. J. (2021). The impact of COVID-19 on public space: an early review of the emerging questions–design, perceptions and inequities. Cities and Health, 5(sup1), S263–S279. https://doi.org/10.1080/23748834.2020.1780074
Kamil, E. M. (2012). Urban Catalyst. Berkala, 2(4), 306.
Kurniati, R., Dewi, S. P., Dewi, D. I. K., Soetomo, S., & Kinanti, L. S. R. (2021). Desain Kawasan Hijau Berkelanjutan di Alun-Alun Kota Klaten. Jurnal Arsitektur Zonasi, 4(3), 475–485.
https://doi.org/10.17509/jaz.v4i3.36929
Lee, S. (2019). Understanding the context of neighborhood parks: a method for public space classification. Journal of Urbanism, 12(1), 103–127. https://doi.org/10.1080/17549175.2018.1531905
Malek, N. A., Mariapan, M., & Shariff, M. K. M. (2012). The Making of a Quality Neighbourhood Park: A Path Model Approach. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 49, 202–214. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.07.019
Matondang, S., & Nurhidayat, M. (2019). Perancangan Fasilitas Bermain Berlahan Sempit di Taman Superhero Bandung Menurut Aspek Material. E-Proceeding of Art & Design, 2866–2871.
Nugroho, A. C. (2011). Konsep Design Catalyst Dalam Revitalisasi Kawasan Studi Kasus Penataan Kawasan Kota Agung Kabupaten Tanggamus. Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung, 15(3), 163–174.
Nugroho, D. S., & Syaodih, E. (2013). Strategi Peningkatan Kualitas Empat Atribut Green City di Kecamatan Bandung Wetan Kota Bandung. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 13(2), 1–9. www.unep.org/wed
Ramadhanty, Rr. A. H., Hardiyanti, & Yuliarso, H. (2020). Penerapan Prinsip Arsitektur Berkelanjutan Pada Desain Taman Budidaya Burung Walet di Karanganyar. Senthong Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur, 3(1), 230–241. https://jurnal.ft.uns.ac.id/index.php/senthong/index
Rusandi, & Rusli, M. (2021). Merancang Penelitian Kualitatif Dasar/Deskriptif dan Studi Kasus. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 2(1), 48–60. http://repository.uin-
Sutopo, A., & Arthati, D. F. R. U. A. (2014). Kajian Indikator Lintas Sektor Kajian Indikator Sustainable Development Goals (SDGs).
Trancik, R. (1986). Finding Lost Space. Van Nostrand Reinhold Company.









