EFEKTIVITAS PENDEKATAN MIXED METHOD SEQUENTIAL EXPLORATORY DALAM IDENTIFIKASI DELINEASI KAWASAN KOTA TUA TEGAL BERBASIS SENSE OF PLACE
Abstrak
Penentuan delineasi kawasan bersejarah merupakan aspek penting dalam upaya pelestarian dan pengelolaan warisan budaya perkotaan. Namun, delineasi kawasan Kota Tua Tegal hingga saat ini masih didominasi oleh pendekatan fisik dan administratif, sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi persepsi, pengalaman, dan makna yang dimiliki masyarakat terhadap kawasan. Kondisi tersebut menyebabkan batas kawasan bersejarah menjadi kurang representatif dalam menggambarkan identitas dan nilai sosial-budaya yang hidup di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan Mixed Method Sequential Exploratory dalam mengidentifikasi delineasi Kawasan Kota Tua Tegal berbasis sense of place. Metode penelitian menggunakan desain mixed method sequential exploratory yang diawali dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan pemetaan persepsi (mental mapping), kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data kuantitatif menggunakan kuesioner skala Likert untuk mengukur dimensi Place Identity, Place Attachment, dan Place Dependence. Hasil analisis kedua jenis data selanjutnya diintegrasikan melalui triangulasi dan overlay spasial untuk menghasilkan delineasi kawasan yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan mixed method mampu mengidentifikasi hubungan antara karakter fisik kawasan, aktivitas sosial, dan makna tempat yang membentuk sense of place masyarakat terhadap Kota Tua Tegal. Integrasi data kualitatif dan kuantitatif menghasilkan delineasi kawasan yang lebih kontekstual dibandingkan pendekatan berbasis morfologi atau administratif semata. Selain itu, pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan validitas penentuan batas kawasan melalui penguatan aspek perseptual dan spasial secara simultan. Penelitian ini memberikan kontribusi metodologis bagi studi kawasan heritage perkotaan serta dapat menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pelestarian kawasan bersejarah yang lebih partisipatif dan berbasis pengalaman masyarakat.
Unduhan
Referensi
Carmona, Matthew. 2021. Public Places Urban Spaces. 3rd ed. Routledge.
Cheryl N. Poth, Peggy Shannon-Baker. 2022. “State of the Methods : Leveraging Design Possibilities of Qualitatively Oriented Mixed Methods Research.” 21:1–11. doi: 10.1177/16094069221115302.
Dameria, Christin, Roos Akbar, and Petrus Natalivan Indradjati. 2020. “Tinjauan Ulang Potensi Sense of Place Dalam Pelestarian Kawasan Pusaka Perkotaan.” TATALOKA 22(3):379–92. doi: https://doi.org/10.14710/tataloka.22.3.379-392.
Duan, Jin, Wenlong Lan, and Ying Jiang. 2022. “ScienceDirect An Evaluation Approach to Spatial Identity in Historic Urban Areas from a Humanistic Perspective.” Frontiers of Architectural Research 11(5):806–14. doi: 10.1016/j.foar.2021.12.009.
Fetters, Jose F. Molina-Azorin and Michael D. 2022. “Books on Mixed Methods Research : A Window on the Growth in Number and Diversity.” 16(1):8–16. doi: 10.1177/15586898211068208.
Fetters, Michael D. 2017. “The Journal of Mixed Methods Research Starts a New Decade : Principles for Bringing in the New and Divesting of the Old Language of the Field.” doi: 10.1177/1558689816682092.
Geng, Lin, Minghui Xue, Jia Li, and Jiaoguo Ma. 2025. “Historic District Conservation : A Critical Review of Global Trends , Development in the 21st Century , and Challenges Through CiteSpace Analysis.” Building 15(1232):1–30. doi: https://doi.org/10.3390/%0Abuildings15081232.
Gogo, Siphiwe, and Innocent Musonda. 2022. “The Use of the Exploratory Sequential Approach in Mixed-Method Research : A Case of Contextual Top Leadership Interventions in Construction H & S.” doi: https://.org/10.3390/ijerph19127276.
Jr, Joseph F. Hair, William C. Black, Barry J. Babin, Rolph E. Anderson, William C. Black, and Rolph E. Anderson. 2019. Multivariate Data Analysis Multivariate Data Analysis. 8th ed. Annabel Ainscow.
Loes Veldpaus, Geboren te Weert. 2015. Historic Urban Landscapes : Framing the Integration of Urban and Heritage Planning in Multilevel Governance. Vol. 1. Technische Universiteit Eindhoven.
Nadella, Audiza, and Hanson E. Kusuma. 2024. “Pengaruh Aktivitas Dan Persepsi Pengunjung Terhadap Sense of Place Ruang Publik ( Kasus : Lapangan Gasibu ).” RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies 22(1). doi: https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2024.022.01.3.
Sadendra, Sara Amalia, Purwanita Setijanti, and Murni Rachmawati. 2025. “Identifikasi Elemen Sense Of Place Untuk Mendukung Eksistensi Kampung Wisata Studi Kasus : Kampung Ketandan Surabaya.” Jurnal Permukiman 20(November). doi: https://doi.org/10.31815/jp.2025.20.96-107.
Sidhi Pramudito, Yanuarius Benny Kristiawan, Yustina Banon Wismarani, Fabiola Chrisma Kirana Analisa. 2020. “Identifikasi Aspek Sense Of Place Kawasan Bersejarah Berdasarkan Preferensi Pengunjung (Studi Kasus: Kawasan Sagan, Yogyakarta).” Arsitektur ARCADE 4(3). doi: https://doi.org/10.31848/arcade.v4i3.526.
Siregar, Torang. 2026. “Mixed Methods Research Design: Integration Strategies in Research Methodology.” SSRN Electronic Journal 1(2):1–33. doi: 10.2139/ssrn.5832662.
UNESCO. 2011. “Recommendation On The Historic Urban Landscape.” UNESCO.
Virginia Braun, Victoria Clarke. 2021. Book Review Book Title : Thematic Analysis : A Practical Guide. Vol. 39. SAGE.
Wiranagara, Mochammad Allianza Darwin, Ira Safitri. 2025. “Arahan Satuan Ruang Geografis Kawasan Cagar Budaya Kota Lama Tegal.” Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning 5(2). doi: https://doi.org/10.29313/bcsurp.v5i2.20911.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.









