FAKTOR DOMINAN KENDALA PENGGUNAAN E-CATALOGUE PADA PROSES PENGADAAN PROYEK KONSTRUKSI JALAN DENGAN METODA SPSS & RII

Yosie Malinda, Sarwono Hardjomuljadi

Abstract


Metode pengadaan hotmix untuk proyek konstruksi jalan di DKI Jakarta secara e-Purchasing berdasarkan e-Catalogue merupakan sistem pengadaan sarana bahan pabrikasi yang relatif baru di Indonesia. E-Catalogue adalah sistem informasi elektronik yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis dan harga barang/jasa tertentu. Pencantuman harga dan spesifikasi teknis suatu barang/jasa berdasarkan pada kontrak payung antara Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Penyedia Barang/Jasa. E-Catalogue sebagai dasar bagi Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi (K/L/D/I) melakukan pemesanan barang/jasa melalui e-Purchasing. Sebelum penerapan sistem e-Catalogue dan e-Purchasing, sistem pengadaan dilakukan dengan menggunakan sistem konvensional. Kurangnya sumber daya manusia yang terampil untuk mengoperasikan aplikasi komputer serta peralatan pendukung merupakan kendala yang dihadapi untuk bisa bersaing dalam pengadaan dengan sistem e-Catalogue. Implementasi sistem pengadaan online tidak mudah karena rintangan yang diciptakan oleh perangkat keras atau perangkat lunak yang berbeda dan beragam kemampuan pengguna untuk berinteraksi dengan IT. Penelitian dilakukan dengan metode survey pada 34 (tiga puluh empat) responden di DKI Jakarta dari 25 (dua puluh lima) daftar penyedia produk hotmix. Data survey dianalisis dengan menggunakan metode SPSS dan Relative Importance Index (RII). Dari hasil analisis didapatkan bahwa main faktor yang dominan memengaruhi pada kendala pengadaan barang/jasa dengan sistem e-Catalogue yaitu pengetahuan tentang sistem e-Procurement.

Keywords


e-Catalogue, SPSS, RII, hotmix, konstruksi jalan, e-Purchasing, e-Procurement

Full Text:

PDF

References


Aranda-Mena, G. (2004). E-Business Adoption in Construction: International Review on Impediments. Research Report 2003-003-A,Cooperative Research Centre for Construction Innovation, Brisbane, Australia.

Bello, W.A., and Iyagba, R.O.(2013). Comparative Analysis of Barriers to E-procurement among Quantity Surveyors in UK and Nigeria. Scottish Journal of Arts, Social Sciences and Scientific Studies, 14(2),175-187

Carayannis, E.G. dan Popescu, D. (2005). Profiling a methodology for economic growth and convergence: learning from the EU e-procurement experience for central and eastern European countries. Technovation, 25(1), 1-14

Eadie, R., Perera, S. and Heaney, G. (2010a). A cross -discipline comparison of rankings for e- procurement drivers and barriers within UK construction organisations, Journal of Information Technology in Construction (ITcon), 15:217-23

Eadie, R., Perera, S., Heaney, G. and Carlisle, J.(2007). Drivers and Barriers to Public Sector e-procurement within Northen Ireland’s Construction Industry. Journal of Information Technology in Construction ( ITcon), 12(2007), 103-120

Gokmoulil, F.L. (2008). Ditinjau dari Prasyarat Pelaksanaan. Skripsi, UI, Jakarta. Hawking, P., Stein A., Wyld D. and Forster S. (2004). “E-procurement: is the ugly duckling actually a swan down under?”. Asia Pacific Journal of Marketing and Logistics , Vol. 16 No. 1, 1-26.

Hardjomuljadi, S. (2009), Strategi Pra Kontrak Untuk Mengurangi Dampak Klaim Konstruksi Pada Proyek Pusat Listrik Tenaga Air Di Indonesia, Disertasi, Universitas Tarumanagara.

Hardjomuljadi, S. (2014), “Factor Analysis on Causal of Construction Claims and Disputes in Indonesia (with reference to the construction of hydroelectric power project in Indonesia)”, International Journal of Applied Engineering Research, ISSN 0973-4562, Volume 9, November 22, pp. 12421-12445.

Ibem, E.O dan Laryea, S. (2015) Barriers and prospects of e-Procurement use in the South African construction industry. Journal of Information Technology in Construction 20, p.364-384

Isikdag, U., Underwood, J., Ezcan, V. andArslan, S. (2011). Barriers to e-Procurement in Turkish AEC Industry. Proceedings of the CIB W78-W102 2011: International Conference,Sophia Antipolis, France, 26-18 October.

Jasin, M. (2007). Mencegah Korupsi Melalui E-procurement. Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta.

Junaidi. (2010). Tabel r (koefisien korelasi sederhana) df = 1 - 200. Diakses pada 25 Juni 2018 dari http://junaidichaniago.wordpress.com

Kautsariyah Siti dan Sarwono Hardjomuljadi. (2016). Analisis Penyimpangan pada Proses Pemilihan Penyedia Jasa Konstruksi secara Elektronik di Pemerintah Daerah. Jurnal Konstruksia, Volume 8 Nomer 1

Nurisra. (2011). Identifikasi Kendala Penerapan E-Procurement pada Pengadaan Jasa Konstruksi di Banda Aceh. Seminar Nasional-1 BMPTTSSI -Konteks 5 Universitas Sumatera Utara

Oyediran, O.S. and Akintola, A. A. (2011). A Survey of the State of the Art of E-Tendering in Nigeria. Journal of Information Technology in Construction (ITcon) 16: 557-576

Prihastuti , N. E dan Tri, J. W.A (2014). Faktor-Faktor Penghambat dalam Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Elektronik (E-Procurement) di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua. Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXII Program Studi MMT-ITS, Surabaya 24 Januari 2014

Rankin, J.H., Chen, Y. and Christian, A.J. (2006). E-procurement in the Atlantic Canadian AE Industry. Journal of Information Technology in Construction (ITcon), 11:75-87

Sulaiman, I. & Chen T. (2006). Catatan Khusus Bagi Implementasi Eprocurement di Indonesia. http://www.clgi.or.id/publikasi/index.php?act=ndetail =article&p_id=35, http://www.neppri.com

Willem, Siahaya. (2012). Manajemen Pengadaan, Procurement Management. Bandung. Alfabeta




DOI: http://dx.doi.org/10.22441/jrs.2018.v07.i2.04

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL REKAYASA SIPIL
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana
Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Tlp./Fax: +62215871335
p-ISSN: 2252-7699
e-ISSN: 2598-5051
http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/JRS

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 4.0 Internasional.

View My Stats