PENGUKURAN KINERJA MESIN EXTRUDER 160 PADA PRODUKSI KABEL MEDIUM VOLTAGE (MV) DALAM FASE OUTER SHEATING

Penulis

  • Marko Yuli Sutanto Universitas Mercu Buana, Indonesia
  • Wahib Wahab Universitas Mercu Buana, Indonesia
  • Ibnu Shaleh

DOI:

https://doi.org/10.22441/pasti.2021.v15i3.005

Kata Kunci:

Productivity, OEE, Pareto Diagrams, Fishbone Diagrams, FMEA

Abstrak

Mesin Extruder 160 dapat dianalisis kinerjanya dengan metode overall equipment efficiency (OEE). Untuk mengetahui nilai kerusakan tertinggi pada mesin extruder 160 dapat diperoleh dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan mengukur Severity, Occurrence dan Detection dari hasil penyebabnya sehingga di dapat nilai Risk Priority Number (RPN). Penelitian yang dilakukan di awal bulan hingga akhir bulan 2019 di dapat nilai rata-rata availability ratio 99%, performance 71%, dan quality rate 99%. Nilai OEE yang di dapat yaitu 69% tidak sebanding dengan nilai standar OEE yang sudah ditetapkan oleh perusahaan kelas dunia sebesar 85%. Tidak tercapainya nilai OEE dikarenakan 4 penyebab utama seperti rendahnya kemampuan pekerja (orang), Umur Mesin, Penjadwalan pemeliharaan mesin dan standar mesin, tempat perakitan tidak sesuai karena rendahnya tentang upaya pembelajaran terkait pemeliharaan mesin extruder 160 (Metode) dan komponen mesin yang tidak sesuai dengan spesifikasi (Material). Didapat hasil Risk Priority Number (RPN) teratas sebanyak 294 pada faktor mesin.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Borris, S. 2006. Total Productive Maintenance. New York: McGraw-Hill

Fitriadi, F., Muzakir, M., & Suhardi, S. 2018. Integrasi Overall Equipment Effectiveness (OEE) Dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Untuk Meningkatkan Effectifitas Mesin Screw Press Di PT. Beurata Subur Persada Kabupaten Nagan Raya. Jurnal Optimalisasi, Vol. 4(2)

Firdaus, H., & Widianti, T. 2015. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) sebagai tindakan pencegahan pada kegagalan pengujian. Jurnal Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, ISSN 1907-7459

Gaspersz, V. 2003. Metode Analisis untuk Peningkatan Kualitas, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Hasibuan, M. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Bumi Aksara

Hasrul, H., Shofa, M. J., & Winarno, H. 2017. Analisa Kinerja Mesin Roughing Dengan Menggunakan Metode Overal Equipment Effectiveness (OEE) dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Jurnal INTECH Teknik Industri, Vol. 3(2)

Rahman, A., & Perdana, S. 2019. Analisis Produktivitas Mesin Percetakan Perfect Binding Dengan Metode OEE Dan FMEA. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, Vol. 7(1)

Rakesh, R., Jos, B. C., & Mathew, G. (2013). FMEA Analysis for Reducing Breakdowns of a Sub System in the Life Care Product Manufacturing Industry. International Journal of Engineering Science and Innovative Technology. Vol. 2(2)

Rizkia, I., Adianto, H., & Yuniati, Y. 2015. Penerapan Metode Overall Equipment Effectiveness (Oee) Dan Failure Mode And Effect Analysis (Fmea) Dalam Mengukur Kinerja Mesin Produksi Winding Nt-880n Untuk Meminimasi Six Big Losses. Jurnal Online Institut Teknologi Nasional, Vol. 3(4)

Saiful, S., Rapi, A., & Novawanda, O. 2014. Pengukuran Kinerja Mesin Defekator I Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (Studi Kasus pada PT. Perkebunan XY ). Jurnal Teknik Industri, Vol. 2(2)

Tannady, H. 2015. Pengendalian Kualitas. Yogyakarta: Graha Ilmu

Diterbitkan

2021-12-30

Cara Mengutip

1.
Sutanto MY, Wahab W, Shaleh I. PENGUKURAN KINERJA MESIN EXTRUDER 160 PADA PRODUKSI KABEL MEDIUM VOLTAGE (MV) DALAM FASE OUTER SHEATING. Pasti [Internet]. 30 Desember 2021 [dikutip 3 Juni 2026];15(3):282-90. Tersedia pada: https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/pasti/article/view/13994

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel Serupa

> >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.