MENDETEKSI KERUSAKAN BANTALAN DENGAN MENGGUNAKAN SINYAL VIBRASI

Penulis

  • Tri Wahyudi Pascasarjana Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Trisakti, Indonesia
  • Soeharsono Soeharsono Fakultas Teknologi Industri, Universitas Trisakti, Indonesia
  • Noor Eddy Fakultas Teknologi Industri, Universitas Trisakti, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22441/sinergi.2016.2.006

Kata Kunci:

tingkat kerusakan bantalan, sinyal vibrasi

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan dan karakteristik spektrum vibrasi dari bantalan yang masih bagus, bantalan yang cacat 30% di lintasan dalam, cacat 30% di lintasan luar, cacat 30% di rolling element, dan bantalan yang rusak secara alami. Penelitian dilakukan dengan rig tool menggunakan bantalan 2205-K-2RS-TVH-C3 pada kecepatan 1500rpm, sinyal vibrasi diukur dengan alat FAG Detector III. Selanjutnya dilakukan analisa dengan trendline software. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bantalan dengan kondisi bagus memiliki karakteristik amplitudo velocity dibawah 1.80 mm/s dan spektrum vibrasi FFT velocity dan demodulation of acceleration yang tidak berimpitan dengan garis frekuensi impuls baik BPFI, BPFO dan BSF. Bantalan cacat 30% di lintasan dalam menghasilkan amplitudo velocity yang tinggi. Bantalan cacat 30% di lintasan luar dan cacat 30% di rolling element memiliki amplitudo velocity cenderung bervariasi. Bantalan yang cacat 30% di lintasan dalam, lintasan luar ataupun di rolling element menghasilkan spektrum vibrasi FFT velocity dan demodulation of acceleration dengan garis puncak frekuensi berimpitan dengan garis frekuensi impuls masing-masing BPFI, BPFO atau BSF. 

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2016-06-01

Cara Mengutip

[1]
T. Wahyudi, S. Soeharsono, dan N. Eddy, “MENDETEKSI KERUSAKAN BANTALAN DENGAN MENGGUNAKAN SINYAL VIBRASI”, Sinergi, vol. 20, no. 2, hlm. 123–128, Jun 2016.

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel Serupa

> >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.