PERANCANGAN CREATIVE HUB DI KAWASAN KEMANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUT NEO VERNAKULAR

Penulis

  • Shilla Putri Riana Mercu Buana University, Indonesia

Abstrak

Perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia telahmenjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonominasional, dengan kontribusi signifikan dalam penciptaanlapangan kerja dan penguatan identitas budaya. Kawasanurban seperti Jakarta memainkan peran penting dalammembangun ekosistem kreatif, salah satunya melalui kawasanKemang yang memiliki potensi besar sebagai pusat industrikreatif. Sejak ditetapkannya Kemang sebagai kawasankomersial dengan konsep "Kampung Modern" pada 1999,kawasan ini mengalami transformasi fisik dan sosial yangmengikis budaya asli Betawi namun sekaligus menjadi rumahbagi berbagai galeri seni, kafe, dan komunitas kreatif.Penelitian ini bertujuan merancang sebuah creative hub diKemang dengan pendekatan arsitektur neo vernakular untukmemadukan elemen budaya Betawi, seperti arsitekturtradisional dan ornamen khas, dengan kebutuhan kontemporerruang kreatif. Pendekatan ini tidak hanya mempertahankanidentitas lokal tetapi juga menciptakan ruang yang adaptifterhadap iklim tropis dan material lokal. Selain sebagai wadahkolaborasi bagi seniman dan komunitas, ruang ini diharapkandapat menghidupkan kembali interaksi sosial sertamemperkuat kesadaran generasi muda terhadap warisanbudaya Betawi di tengah arus globalisasi.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2026-08-27

Cara Mengutip

1.
Riana SP. PERANCANGAN CREATIVE HUB DI KAWASAN KEMANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUT NEO VERNAKULAR. TERAKOTA [Internet]. 27 Agustus 2026 [dikutip 28 Oktober 2026];4(2):029. Tersedia pada: https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/terakota/article/view/35148

Terbitan

Bagian

Articles