Komparasi Hunian Etnis Arab Di Kota Palembang – Sumatra Selatan

Wan Helwa, Etty R. Kridarso

Abstract


Palembang terletak di Ibu Kota Provinsi Sumatera Selatan. Palembang termasuk kota yang terbesar pringkat kedua di Sumatera setelah medan. Kota Palembang terisolir menjadi dua bagian, yaitu ruas Ulu dan ruas Ilir yang diisolasi oleh aliran Musi. Penduduk luar di Kota Palembang yang tinggal di segmen Ulu terdiri dari kelompok etnis yang berbeda, khususnya Melayu, Cina dan Arab. Hunian para pendatang, membentuk suatu permukiman tradisional yaitu Kampung Kapitan, Kampung Arab, dan Kampung Palembang. Pada kampung Arab di kota palembang terdapat kampung Arab Al Munawar 13 Ulu, Arab 9-10 Ulu, Assegaf, Kutobatu, Lumpur, Lorong BBC, Alhadad, Alhabsy dan Alkaaf. Diantara orang Arab yang menonjol adalah Kampung Al Munawar. Maka kampung Al Munawar menjadi tempat penelitian karena kampung tersebut merupakan kampung religi yang masuk dalam cagar budaya oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan pada tahun 2016. Terlihat juga pada Kampung Assegaf, dimana masih memegang tradisi adat dan budaya yang berkaitan dengan nilai agama sebagai permukiman keturunan Arab. Kedua kampung tersebut masih mempertahankan permukimannya sehingga menarik untuk dikomparasi pada bentuk huniannya sehingga memiliki perbandiangan yang menjadi suatu temuan penelitian. Teknik pengumpulan data diperoleh dari obesrvasi dengan meninjau dan mendokumentasi berupa foto sebagai dokumentasi visual kemudian mencari studi literatur sebagai referensi penelitian. Data yang didapatkan yaitu mengkomparasi dua rumah yaitu Rumah Darat di Kampung Al Munawar dan Rumah Besak di Kampung Assegaf. Kedua rumah tersebut dikomparasi dalam bentuk tabel berdasarkan unsur elemen fisik. Ditemukan hasil penelitian yaitu terdapat perbandingan pada penerapan Arsitektur bagian elemen fisik bangunan: 1) Dimana sama-sama dibangun pada abad 19 yang menggunakan type Rumah Indies dan Kolonial Modern, 2) Memiliki perbedaan pada bentuk fasad bangunan, 3) Rumah Besak lebih ke gaya arsitektur rumah modern terlihat pada komposisi fasad yang tidak simetris namun tidak melupakan unsur rumah tradisional Palembang, 4) Rumah darat di kampung Al Munawar lebih menggunakan unsur rumah kolonial pada jendela rumah.


Keywords


Komparasi; Hunian; Palembang

References


Ariastita, T. A. P. G. (2014). Arahan Pengembangan Kota Palembang sebagai Kota Pusaka. Teknik Pomits, 3, 1–6.

Dina Sri Nindiati. (2013). Nilai Budaya Rumah Limas Palembang Sebagai Sumber Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Indonesia.

Dosen, P., & Mahasiswa, D. A. N. (2010). Morpologi permukiman tradisional di kawasan seberang ulu palembang. Penelitian Dosen Dan Mahasiswa, September.

Dr. Sudaryono. (2019). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Mix Method Edisi Kedua. Rajawali Pers.

Fauziah, M. R., & Budiyuwono, H. (2019). Form , Space , And Order In Al-Munawar Arabic Bentuk , Ruang , Dan Tatanan Rumah Pada Kampung Arab Al-Munawar Palembang. Risa, Jurnal Arsitektur, Riset, 03(3).

Mardeli, M. (1970). Budaya Islam Lokal di Kampung Al-Munawar Palembang. Intizar, 23(2), 271–286. https://doi.org/10.19109/intizar.v23i2.2240

Novita, Aryadini. (2006). Laporan Penelitian Arkelogi, Pemukiman Kelompok Etnis Arab Di Kota Palembang Pasca Kerajaan Sriwijaya (P. 47).

Novita, Aryandini, & Taqwa, R. (2018). Keberlangsungan Interaksi Komunitas Keturunan Arab Di Palembanga Dengan Sungai Musi: Kajian Sosiologi Pada Masyarakat Pendukung Situs. Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi, 7(2).

Rahmania, N., Prabowo, H., & Rosnarti, D. (2019). Komparasi Penerapan Arsitektur Neo-Vernakular Pada Elemen Fisik Pusat Budaya Diindonesia Dan Malaysia. Prosiding Seminar Nasional’komunitas Dan Kota Keberlanjutan’, September, 326–332.

Triyuly, W. (2013). Pola Perkembangan Permukiman Kampung Assegaf Palembang. Berkala Teknik, 3(2), 508–517.

Zuber Angkasa Wazir. (2018). Tipologi Atap Pada Arsitektur Vernakular Di Sumatera Selatan. Jurnal Koridor, 9(1), 161–174. https://doi.org/10.32734/koridor.v9i1.1329




DOI: http://dx.doi.org/10.22441/vitruvian.2021.v11i1.007

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan, dan Lingkungan

License URL: http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian/article/view/12281

Layout Jurnal Vitruvian: http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian/article/view/10038

Declaration & CTA Form Vitruvian: http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian/article/view/10079

(WAJIB DI UPLOAD SEBAGAI SUPLEMENTARY SAAT SUBMIT ARTIKEL)

Vitruvian
Program Studi Arsitektur
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana
Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Tlp./Fax : +62215871335
Surel : arsitektur@mercubuana.ac.id
p-ISSN : 2088-8201
e-ISSN : 2598-2982
Website : http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian
DOI : 10.22441/vitruvian

Vitruvian is indexed by the following abstracting and indexing services:

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

Web
Analytics Made Easy - StatCounter
View My Stats