PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KESAKRALAN MASJID ISTIQLAL PASCA RENOVASI

Slamet Saefudin, Hikmah Nurcika Handayani, Adi Wijaya, Muhamad Ilyas, Rahil Muhammad Hasbi

Abstract


Masjid sebagai rumah ibadah umat Islam merupakan salah satu bangunan yang memiliki makna sakral terutama bagi masyarakat Muslim. Kesakralan ini tidak terlepas dari fungsi masjid sebagai rumah ibadah atau sering disebut juga sebagai Rumah Allah. Selain dari fungsi, elemen-elemen arsitektural dari masjid, baik elemen interior ataupun eksterior memberi pengaruh yang sangat besar pada terciptanya suasana sakral ini. Salah satu masjid yang memiliki makna sakral ialah masjid Isqtiqlal. Masjid Istiqlal memiliki elemen-elemen arsitektural yang mempengaruhi terbentuknya suasana sakral terutama elemen interiornya. Masjid Istiqlal baru saja mengalami proses renovasi pada bagian interior dan eksterior masjid. Penelitian ini ingin mengkaji bagaimana hasil dari renovasi mempengaruhi kesakralan masjid terutama pada interior masjid.  Renovasi pada interior Masjid Istiqlal dilakukan pada sistem pencahayaan dan ornament kaligrafi. Lampu sorot pada kubah bagian dalam, yang semula hanya memiliki satu warna yaitu kuning keemasan, saat ini dibekali dengan sistem pencahayaan yang dapat diubah dengan berbagai macam warna. Selain itu perubahan dekorasi pada mighrab juga terlihat kontras , serta beberapa perubahan pada penggunaan warna. Penelitian ini mempergunakan metode kualitatif, mengutamakan pemahaman mendalam dan interpretatif terhadap fenomena yang diteliti. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis isi dengan menerapkan open coding dan axial coding pada data. Hasil dari penelitian ini ialah renovasi pada Masjid Istiqlal telah berhasil meningkatkan persepsi masyarakat terhadap kesakralan dengan menciptakan pengalaman lebih mendalam dan bermakna. Dampak positif melibatkan peningkatan keagungan, ketenangan batin, dan penghormatan terhadap ruang ibadah. Elemen-elemen seperti kubah, ceiling, mihrab, dan pilar-pilar, bersama dengan ornamen, pencahayaan, material bangunan, dan skala ruang, berperan penting dalam menciptakan atmosfer kesakralan yang terasa lebih kuat setelah renovasi.


Keywords


kesakralan; masjid; elemen arsitektur; persepsi; renovasi

References


Abu Hurairah Abdul Salam, L. M. (2021, April 27). Konsep Rancanngan Masjid Istiqlal. (F. Ghassani, Pewawancara)

Agustina, I. (2015). Transformasi Elemen Visual Yang Berkonsep Jawa Sebagai Aspek Pembentuk Ruang Sakral Pada Gereja Katolik Ganjuran. Thesis, Institut Teknologi Bandung.

Alexander, C. J. (1992). Durkheimian Sociology: Cultural Studies. New york: The Press Syndicate of the.

Aliya, A. R., & Yuli, N. G. (Sakapari). Pengaruh Tata Ruang dan Sirkulasi Masjid Terhadap Kenyamanan Pengguna. Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia, 364-381.

Ansarullah, & Tayeb, M. (2016). Studi Kelayakan dan Persyaratan Ruang Shalat Berdasarkan Syarat Ruang Shalat dalam Islam : Studi Kasus Masjid Al-Markaz Al-Islami di Kabupaten Maros. Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman (LOSARI), 63-69.

Ariatsyah, A., & Irzaidi. (2016). Perubahan Fungsi Ruang Luar Dalam Arsitektur Masjid di Indonesia. JiA, Jurnal Ilmu Arsitektur, 17-23.

Asilha. (2019, Desember 11). Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia. Diambil kembali dari asilha.com: https://www.asilha.com/2019/12/11/konsep-sakral-dan-profan-dalam-ilmu-sosial-dan-relevansinya-dalam-studi-hadis/

Audia, I. (2021). RUANG SAKRAL : Konsep Dan Elemen Pembentuk (Pemahaman Tentang Kesakralan). Binus University, Part 1.

Azza, M. A., & Anisa, A. (2019). Kajian Arsitektur Simbolik pada Bangunan Masjid. Jurnal Arsitektur PURWARUPA, 213-220.

Bachrudin, R. A. (2014). Penerapan Elemen-Elemen Arsitektur Masjid Kesultanan pada Masjid-Masjid di Pulau Ternate. Agora, Jurnal Arsitektur, 47.

Budiasih, I. G. (2014). METODE GROUNDED THEORY DALAM RISET KUALITATIF. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, Vol. 9 No. 1, 19-27.

Chaplin, J. P. (2005). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Rajawali Pres.

Dakir. (1995). Psikologi Umum. Jakarta: Bumi Aksara.

Dhavamony, M. (1995). Fenomenologi agama . Yogyakarta: Kanisius.

DiLaura, D. L. (2011). Illuminating Engineering SocietyThe Lighting Handbook Tenth Edition | Reference and Application. United States of America: Printed in the United States of America.

Durkheim, E. (1995). The Elementary Forms of Religious Life, terj. Karen E. Fields. New York: The Free Press.

Dwindi Ramadhana, A. D. (2018). Ruang Sakral Dan Profan Dalam Arsitektur Masjid Agung Demak, Jawa Tengah. INERSIA, Vol. XIV No. 1, 13-24.

Dwindi Ramadhana, A. D. (2018). Ruang Sakral Dan Profan Dalam Arsitektur Masjid Agung Demak, Jawa Tengah. INERSIA, Vol. XIV No. 1, 13-25.

Eliade, M. (1959). The Sacred and The Profane. New York: HBJ Book.

Eliade, M. (1987). The Sacred and The Profane. New York: A Harvest Book.

Estika, N. D., Kurniati, F., Kusuma, H. E., & Widyawan, F. B. (2017). Makna Kesakralan Gereja Katolik. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia 6 (3), 195-202.

Falah, A. M., Cahyana, A., & Yana, D. (2016). Fungsi Kaligrafi Arab pada Masjid di Kota Bandung. 286-300.

Fanani, A. (2009). Arsitektur Masjid. Bandung: Media Utama.

Feldman, R. S. (1998). Social Psychology. USA: Prentice Hall.

Ghassani, F., & Purisari, R. (2021). Analisis Pengaruh Fenomena Ruang Rumah Ibadah Terhadap Perilaku Sakral Pengguna Studi Kasus Masjid Istiqlal Jakarta. SNDS 2021, 249-264.

Ghozali, I., & Zuhri, S. (2020). Elemen Dekorasi Arsitektur Masjid sebagai Komponen Daya Tarik pada Wisata Religi. Tsaqofah & Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam, 91-96.

Gifford, R. (2007). Environmental Psychology: Principles and Practice. WA: Optimal Books Colville.

Grabar. (1969). The main characteristic, then, of this first stage was the creation of a space which served exclusively Muslim purposes and which, in cities that were entirely Muslim, existed on two separate levels of exclusivity. 34.

Gulo, D. (1982). Kamus Psikologi. Bandung: Penerbit Tonis.

Handoko, W. (2013). Karakteristik Arsitektur Masjid Kuno dan Perkembangan Islam di Maluku. AMERTA, 1-80.

Hasbi, R. M., & Musdinar, I. (2020). Pengaruh Desain pada Kesakralan Masjid. Arsir, Volume 4, Nomor 2, 51-64.

Hendola, F., Safitri, R., & Purisari, R. (2018). Peran Elemen Alam pada Sequence Ruang Ibadah Studi Kasus Masjid Bahrul Ulum Tangerang Selatan. KOMPOSISI.

Herliana, E., & Hanan, H. (2016). Persepsi Masyarakat terhadap Suasana Pada Bangunan Kolonial Yang Berfungsi Sebagai Fasilitas Publik. IPLBI.

Hildayanti, A. (2022). Persepsi Masyarakat Terhadap Kehadiran Masjid Tanpa Kubah di Indonesia. Teknosains, 11-24.

Hilleribrand, R. (1998). Islamic Art and Architecture. London: Thames & Hudson.

Hochenga, H. (2011). Microstructural Fabrication and Design of Sunlight Guide Panel of Inorganic-Organic Hybrid Material. Journal of Energy and Buildings, 43, 1011-1019.

Humas Masjid Istiqlal. (2023, November 25). Masjid Istiqlal. Memberdayakan Umat Dan Menyuarakan Moderasi Islam. Diambil kembali dari istiqlal.or.id: https://istiqlal.or.id/webpage/halaman/visi-dan-misi.html

Inyiak Ridwan Muzir, D. E. (2003). Sejarah Agama (The Elementary Forms of the Religious Life) . Yogyakarta: Ircsod.

Irwanto. (2002). Psikologi Umum. Jakarta: PT. Prehallindo.

J, L., & Moleong. (2008). METODE PENELITIAN KUALITATIF EDISI REVISI. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

James, W. (2007). The Principles of Psychology. USA: Cosimo, Inc.

John, L. E. (2014). Mosque. The Oxford Dictionary of Islam, Oxford University Press.

Katarina, W. (2012). Studi Bentuk dan Elemen Arsitektur Masjid di Jakarta dari Abad 18 - Abad 20. CornTech Vol.3 No.2, 917-927.

Lang, J. (1987). Creating Architectural Theory, The Role of The Behavioral Sciences in Environmental Design. New York: Van Nostrand Reinhold Company Inc.

Li, Z., Zhang, H., Wen, C.-Y., Yang, A.-S., & Juan, Y.-H. (2020, October). Effects of height-asymmetric street canyon configurations on outdoor air temperature and air quality. Building and Environment, 183(107195), 1-23. doi:https://doi.org/10.1016/j.buildenv.2020.107195

Longhurst, E. C. (2012). heology of a Mosque: The Sacred Inspiring Form, Function and Design in Islamic Architecture. Lonaard Journal, Vol. 2 Issue 8, p3-13.

Luthans, F. (2006). Perilaku Organisasi Edisi 10. Yogyakarta: Andi.

Maharani, B. I. (2023, Juli 23). detikhikmah. Diambil kembali dari detik.com: https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6839294/sejarah-kubah-masjid-ternyata-bukan-dari-peninggalan-budaya-islam

Mahmud, M. D. (1990). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Depdikbud.

Marwoto, A. M. (2014). Masjid Agung Demak sebagai Pencitraan Kawasan Kota. Temu Ilmiah IPLBI, 17-22.

Massikki, M. N. (2011). Desain Akustik Ruang Sholat Masjid Agung Darussalam Palu. Ruang, 14-17.

Mibtadin. (2016). “Kritik Teori Masyarakat Sakral dan Masyarakat Profan: Relevansi Pemikiran Sosial Durkheim dalam Wacana Penegakan Syariah di Indonesia. Jurnal Smart: Studi Masyarakat, Religi dan Tradisi, Vol. 2, No. 1, 1-13.

Morgan, C. T. (1986). Introduction to Psychology. New York: Mc. Graw-Hill.

Moskowitz, M. J., & Orgel, A. R. (1996). General Psychology : Acore Text In Human Behavior. Boston: Houghton Mifflin Company.

Mustofa, A. Z. (2020). Konsep Kesakralan Masyarakat Emile Durkheim: Studi Kasus Suku Aborigin di Australia. Madani Jurnal Politik da Sosial Masyarakat, 265-279.

Nirmala, A. P., Violaningtyas, O. A., & Damayanti, R. A. (2019).

Ornamen Islam pada Bangunan Arsitektur Masjid Dian Al Mahri Kubah Emas Depok. Dimensi, 29-42.

Nurdinah, M. (2013). Memahami Konsep Sakral dan Profan Dalam Agama-Agama. Substantia, Vol. 15, No. 2, 270.

Pallasmaa, J. (2007). “An Architecture of the Seven Senses.” Dalam Question of Perception : A Phenomenology of Architecture, oleh Steven Holl, Juhani Pallasmaa dan Arberto Pérez Gómez. William K Stout Pub, 40-49.

Rakhmat, J. (2007). Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ritzer, G., & Douglas, J. G. (2008). Teoril Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2007). Perilaku Organisasi, buku2. Jakarta: Salemba Empat.

Sarwono, S. W. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Pers.

Shampa Mazumdar, S. M. (2004). Religion and place attachment: A study of sacred places. Journal Of Environmental Psychology , 385-396.

Slameto. (2015). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Asdi Mahastya.

Sobur, A. (2003). Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia.

Soedjito, Purwanto, H. Y., & Enda, S. (2009). Situs Keramat Alami: Peran Budaya Dalam Konservasi Keanekaragaman Hayati. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Srisadono, Y. D. (2012). Konsep Sacred Space Dalam Arsitektur Gereja Katolik. Melintas, 182-199.

Sugihartono. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.

Suharman. (2005). Psikologi Kognitif. Surabaya: Srikandi.

Suharyati, T. (2020, Februari 08). detiknews. Diambil kembali dari news.detik.com: https://news.detik.com/berita/d-4890706/masjid-istiqlal-begini-sejarah-dan-makna-desain-arsitekturnya

Sumadi, D. H. (2007, Agustus 6). Pendirian dan Pembangunan Masjid Istiqlal. (Irmawati, Pewawancara)

Sumalyo, Y. (2000). Arsitektur Masjid dan Monumen Sejarah Muslim. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Sunaryo. (2004). Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.

Suparwoko. (2014). Standar dan Desain Tempat Wudhu dalam Tata Ruang Masjid dengan Pendekatan Ergonomis dan Efisiensi Air. Yogyakarta: Total Media.

Supriyono, J. (2005). Paradigma Kultural Masyarakat Durkheimian, ed. Mudji Sutrisno dan Hendar Putranto, Teori-Teori Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Suseno, F. M. (1988). Etika Jawa : Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Syafi, M. (2011). Bangunan Masjid Pada Masa Nabi dan Implikasinya Terhadap Jamaah Masjid Perempuan. Musawa.

Thoha, M. (2010). Kepemimpinan Dalam Manajemen. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Wade, C., & Travis, C. (2007). Psikologi Edisi Kesembilan Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Waidi. (2006). Pemahaman dan Teori Persepsi. Bandung: Remaja Karya.

Walgito, B. (2004). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Penerbit Andi.

Yusof, A. (2004). Seni Islam. Kuala Lumpur: UMCCed.




DOI: http://dx.doi.org/10.22441/vitruvian.2024.v14i1.007

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan

License URL: http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian/article/view/25068

Layout Jurnal Vitruvian: Download

Declaration & CTA Form Vitruvian: Download

(WAJIB DI UPLOAD SEBAGAI SUPLEMENTARY SAAT SUBMIT ARTIKEL)

Vitruvian
Program Studi Arsitektur
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana
Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Tlp./Fax : +62215871335
Surel : [email protected]
p-ISSN : 2088-8201
e-ISSN : 2598-2982
Website : http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian
DOI : 10.22441/vitruvian

Vitruvian is indexed by the following abstracting and indexing services:

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

Web
Analytics Made Easy - StatCounter
View My Stats