TRANSFORMASI BUDAYA BERMUKIM DALAM HUNIAN VERTIKAL: PERAN RUANG INTERAKSI SOSIAL DI KAMPUNG SUSUN KUNIR
Abstract
Transformasi hunian dari kampung tapak ke hunian vertikal merupakan proses yang tidak hanya mengubah tatanan fisik ruang, tetapi juga memengaruhi budaya bermukim masyarakat yang menempatinya. Perubahan tersebut terutama terlihat pada cara penghuni memanfaatkan ruang, membangun kehidupan bertetangga, serta memaknai hunian dalam konteks lingkungan baru. Penelitian ini berupaya memahami perubahan budaya bermukim yang terjadi pada Kampung Kunir pascarelokasi ke Kampung Susun Kunir, dengan menitikberatkan pada hubungan antara konfigurasi ruang hunian vertikal dan praktik sosial penghuni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 30 responden yang merupakan penghuni Kampung Kunir sebelum relokasi dan saat ini menetap di Kampung Susun Kunir. Pengumpulan data dilengkapi dengan observasi lapangan pada ruang-ruang interaksi sosial. Analisis dilakukan melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding, serta dibaca melalui kerangka teori budaya bermukim (Rapoport, 1969, 1990) dan konsep hunian sebagai sistem terbuka dari (Habraken, 1983). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya bermukim di Kampung Susun Kunir tidak hilang, melainkan mengalami transformasi melalui proses adaptasi terhadap hunian vertikal. Ruang-ruang semi-publik seperti galeri, koridor, dan lantai dasar berperan penting dalam mempertahankan kehidupan bertetangga dan praktik interaksi sosial. Selain itu, keterlibatan warga dalam proses perencanaan melalui pendekatan desain partisipatif memperkuat rasa memiliki, kontrol terhadap ruang, serta kemampuan penghuni dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan hunian baru. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi aspek budaya bermukim dan interaksi sosial dalam perancangan kampung susun sebagai hunian vertikal berbasis komunitas.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Chien, R. (2017). Faktor-faktor yang menyebabkan permasalahan relokasi bantaran sungai. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 1(2), 123–134.
Choi, Y. , & C. J. (2024). Cultural imprints on urban housing: A spatial analysis of dwelling practices. Journal of Urban Design, 1(29), 45–62. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/buildings14113526
Habraken, N. J. (1983). Transformation of the Site.
Kuoppa, J. , N. J. , & L. S. (2020). Elements of desirability: exploring meaningful dwelling features from resident’s perspective. Journal of Urban Design, 6(25), 769–787. https://doi.org/10.1080/02673037.2019.1680812
McMillan, D. W. , & C. D. M. (1986). Sense of community: A definition and theory. Journal of Community Psychology, 14(1), 6–23.
Mitra, S. , M. J. , S. J. , H. J. , V. J. , & K. L. (2017). Developing risk or resilience? Effects of slum upgrading on the social contract and social cohesion in Kibera, Nairobi. Environment and Urbanization. International Institute for Environment and Development (IIED)., 29(1), 103–122. https://doi.org/10.1177/0956247816689218
Overtoom, K. , E. M. , & van der F. K. (2018). Making a home out of a temporary dwelling: A literature review and building transformation case studies. Housing Studies,. Intelligent Buildings International, 34(8), 1305–1324. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/17508975.2018.1468992
Rapoport, A. (1969). House Form and Culture.
Rapoport, A. (1990). The Meaning of the Built Environment.
Strauss, A. , & C. J. (1998). Basics of Qualitative Research: Techniques and Procedures for Developing Grounded Theory. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Susanti, I. (2018). Tatanan teritorial dalam proses transformasi hunian. Urnal Arsitektur Dan Perencanaan, 15(1), 1–12. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17509/jaz.v1i1.11542
Vialita, E., & Rahmawati, D. (2020). Upaya Peningkatan Kualitas Bermukim Melalui Pendekatan Konsep Liveability pada Rusunawa Sombo Surabaya. Jurnal Teknik ITS, 8(2). https://doi.org/10.12962/j23373539.v8i2.45816
Wahidin, H. (2018). Perbedaan harmoni sosial penghuni rumah tapak dan rumah susun. Tata Loka, 20(3), 45–56. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/tataloka.20.3.295-308
Wicaksono, B. (2019). Perubahan Budaya Bermukim Masyarakat Riparian Sungai Musi Palembang, Tinjauan Proses Dan Produk. Jurnal Tekno Global UIGM Fakultas Teknik, 7(2). https://doi.org/10.36982/jtg.v7i2.547
DOI: http://dx.doi.org/10.22441/vitruvian.2026.v16i1.001
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan
License URL: https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian/editor/viewMetadata/37622
Layout Jurnal Vitruvian:Download
Declaration & CTA Form Vitruvian:Download
(WAJIB DI UPLOAD SEBAGAI SUPLEMENTARY SAAT SUBMIT ARTIKEL)
Vitruvian
Program Studi Arsitektur
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana
Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Tlp./Fax : +62215871335
Surel : [email protected]
p-ISSN : 2088-8201
e-ISSN : 2598-2982
Website : http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian
DOI : 10.22441/vitruvian
Vitruvian is indexed by the following abstracting and indexing services:

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







