DAMPAK MONOPOLI KEPEMILIKAN MEDIA TERHADAP KEBEBASAN RUANG PUBLIK DI INDONESIA
Abstract
Penelitian ini menganalisis dampak monopoli kepemilikan media terhadap kebebasan ruang publik di Indonesia. Dalam negara demokrasi, kebebasan pers adalah pilar utama yang seharusnya memfasilitasi media sebagai ruang diskusi publik yang independen, sebagaimana konsep ruang publik Jürgen Habermas. Namun, realitas di Indonesia menunjukkan bahwa konglomerasi media, didorong oleh kepentingan ekonomi dan politik pemiliknya, cenderung menghasilkan konten yang subjektif dan bias. Pendekatan ekonomi politik media dan teori kritis digunakan untuk menguraikan bagaimana kekuatan pasar dan dominasi ideologi membentuk lanskap media. Konsentrasi kepemilikan media ini memicu persaingan bisnis tidak sehat dan mengurangi keragaman isi serta kepemilikan. Akibatnya, terjadi penyeragaman opini publik, yang pada gilirannya mengancam prinsip dasar kebebasan pers dan demokratisasi media di Indonesia. Artikel ini menyimpulkan bahwa meskipun media memiliki potensi besar untuk mendukung demokrasi, praktik monopoli menghambat terwujudnya peran ideal tersebut, merugikan hak masyarakat atas informasi yang objektif dan beragam.
Keywords
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.22441/bmw.v18i01.38187
DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.22441/bmw.v18i01.38187.g10434
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana
Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Tlp./Fax: +62215870341



