Pengujian Waktu Reaksi Sebelum dan Sesudah Simulasi Kerja di Laboratorium sebagai Indikator Kelelahan Kerja

Authors

  • Anisah Haidar Universitas Mercu Buana, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22441/pasti.2026.v20i1.010

Keywords:

Response Time, Fatigue, workload

Abstract

Kelelahan kerja harus segera diatasi mengingat adanya dampak buruk bagi pekerja, misalnya gangguan kesehatan dan keselamatan kerja. Salah satu indikator yang dapat digunakan sebagai penanda kelelahan adalah menurunnya waktu respon. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran waktu respon sebelum dan sesudah simulasi kerja di laboratorium dengan responden mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat apakah terdapat perbedaan waktu respon saat sebelum diberikan simulasi kerja dan sesudah pemberian simulasi kerja. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ergonomi Teknik Industri Universitas Mercu Buana dengan responden 10 mahasiswa. Pengukuran dengan menggunakan Reaction timer. Metode yang digunakan adalah Analisa statistik deskriptif dan Wilcoxon. Hasil dari pengolahan data di dapatkan sig.0.023< p(0.05) dimana data menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah, namun data tersebut tidak sejalan dengan teori yang mengindikasikan bahwa waktu reaksi akan menurun saat terjadi kelelahan. Rata-rata waktu reaksi sebelum bekerja adalah sekitar 0.596 detik dan sesudah bekerja 0.478 detik, sehingga waktu respon sesudah bekerja memiliki rata-rata jauh lebih cepat. dan Hal ini di karenakan ada faktor dari study curve yang menyebabkan data yang dihasilkan tidak mencerminkan kondisi aktual dan penggunaan beberapa signal sebagai stimulus dalam pengujian perlu diperhatikan. Penggunaan single stimulus dirasa lebih mudah bagi responden dalam menjalankan tes.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amalia I, Widajati N. Analisa Kelelahan Kerja Secara Obyektif Berdasarkan Reaction Timer pada Tenaga Kerja Unit Pengerolan Besi PT. X. Journal of Health Science and Prevention. 2019; 3(1): 16-24.

Ardiansyah, M. I. Rancang Bangun Reaction Timer dengan Keypad dan Penyimpan Data. Integrated Lab Journal. 2017; 5(2): 73-80.

Kementrian Kesehatan. Kelelahan Kerja dan Cara Mengatasinya [internet]. 2023 [cited 2024 dec 01]. Available from: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2027/kelelahan-kerja-dan-cara-mengatasinya

Maharja, R. Analisis Tingkat Kelelahan Kerja Berdasarkan Beban Kerja Fisik Perawat di Instalasi Rawat Inap RSU Haji Surabaya. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health. 2015; 4(1): 93–102.

Setyawati D, Shaluhiyah Z, Widjasena B. Penyebab Kelelahan Kerja pada Pekerja Mebel. J Kesmas Nasional.2014; 8(8): 386-392.

Septiana T, Yadi Y, Mariawati A. Pengaruh Tingkat Pencahayaan Terhadap Kelelahan Operator Pada Simulasi Scarfing dengan Reaction Time. Jurnal Teknik Industri. 2013; 1(2):152-156.

Sukania, I.W., Widodo, L., Juyanto, J., Yovita, N.G. Pengukuran dan Analisis Kecepatan Reaksi Terhadap Perubahan Warna Dan Bunyi Sebagai Dasar Dalam Perancangan Alat Pengendali Ergonomis. Jurnal Ilmiah Teknik Industri. 2023; 11 (2): 155 – 162.

Yazmin, A.A., Rumiaty, F. Evan. Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Kecepatan Waktu Reaksi pada Unit Kegiatan Mahasiswa Futsal. Jurnal Medscientiae. 2025; 4(2): 119-125.

Yusri A, Putri F, Perdana A, iryani D. Analisis Pengaruh Reaction Time Terhadap Berbagai Macam Stimulus. Talenta Conference Series. 2023; 6(1): 687-697.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

1.
Haidar A. Pengujian Waktu Reaksi Sebelum dan Sesudah Simulasi Kerja di Laboratorium sebagai Indikator Kelelahan Kerja. Pasti [Internet]. 2026 Apr. 30 [cited 2026 Aug. 1];20(1):102-11. Available from: https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/pasti/article/view/27007