Happiness Mahasiswa yang Mengalami Toxic Relationship: Apakah terkait dengan Forgiveness?
DOI:
https://doi.org/10.22441/merpsy.v15i2.19732Kata Kunci:
Forgiveness, Happiness, Toxic relationshipAbstrak
Individu yang mengalami toxic relationship akan merasakan kesedihan yang mendalam, memiliki kesulitan menerima sebuah kenyataan, merasa menderita dan tidak bahagia. Sedangkan, setiap individu mengharapkan kebahagiaan sebagai tujuan hidupnya. Hal itu menjadi alasan mengapa individu perlu melakukan forgiveness kepada pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Forgiveness dan Happiness pada Mahasiswa yang Mengalami Toxic Relationship. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik korelasi yaitu product moment dengan melibatkan sebanyak 136 mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Hasil yang didapatkan menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif antara forgiveness dan happiness dengan koefisien korelasi r=0.437 dengan nilai signifikansi 0.000. Artinya semakin tinggi forgiveness maka semakin tinggi happiness.Unduhan
Referensi
Arif, I. S. (2016). Psikologi Positif : Pendekatan Saintifik Menuju Kebahagiaan. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Azwar, S. (2020). Penyusunan Skala Psikologi Edisi 2. Pustaka Belajar.
Baktiar, F., Damadjanti, M. N., & Cahyadi, J. (2014). Perancangan Media Komunikasi Visual Tentang Perilaku Pacaran Sehat bagi Remaja Indonesia. Jurnal DKV Adiwarna, 1(4), 12.
https://publication.petra.ac.id/index.php/dkv/article/view/1903
BKKBN. (2017). Survei Demografi Dan Kesehatan: Kesehatan Reproduksi Remaja 2017. Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional, 1–623. http://www.dhsprogram.com
Carr, A. (2013). Positive Psychology : The Science of Happiness and Human Strengths (Second Edi). Routledge. https://doi.org/https://doi.org/10.4324/9780203156629
Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan. (2021). Komnas Perempuan. https://komnasperempuan.go.id/catatan-tahunan-detail/catahu-2021- perempuan-dalam-himpitan-pandemi-lonjakan-kekerasan-seksual-kekerasan- siber-perkawinan-anak-dan-keterbatasan-penanganan-di-tengah-covid-19
Effendi, R. (2017). Filsafat Kebahagiaan : Aristoteles, Plato, Al-Ghazali, Al-Farabi. Cv Budi Utama.
Elisabeth, M. P., & Uthama, E. D. (2012). Restoration of Trust in Toxic Relationships. 9402– 9410.
Fitria, N. (2023). Proses Komunikasi Intrapersonal Untuk Meningkatkan Self Worth Setelah Mengalami Toxic Relationship Pada Perempuan Dewasa. Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1), 98–108.
Ghuzairoh, T. (2015). Perbedaan Forgiveness Ditinjau dari Jenis Kelamin Pada Budaya Jawa. 1–10. http://etheses.uin-malang.ac.id/902/12/10410030 Ringkasan.pdf
Jones, A., & Mackenzie, M. (2019). 24 Signs Of A Toxic Relationship Amd Meed To Let Go. https://www.womenshealthmag.com/relationships/a19739065/signs-of-toxic- relationship/
Julianto, V., Cahayani, R. A., Sukmawati, S., & Aji, E. S. R. (2020). Hubungan antara Harapan dan Harga Diri Terhadap Kebahagiaan pada Orang yang Mengalami Toxic Relationship dengan Kesehatan Psikologis. Jurnal Psikologi Integratif, 8(1), 103. https://doi.org/10.14421/jpsi.v8i1.2016
Kusuma, W. (2019). Pengaruh Konseling Kreatif Teknik Musik-Writing Dan Forgiveness Terhadap Kebahagiaan Remaja Panti Asuhan Yayasan Amal Al- washliyah Gedung Johor Medan. Proceeding : The Dream Of Millenial Generation To Grow, 2(1). http://proceeding.uma.ac.id/index.php/ptdomgtg/article/view/161
Laela, F., & Laksamiwati, H. (2021). Hubungan Antara Forgiveness Dan Happiness Pada Komunitas Konselor. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8, 10–16.
Lee, M. (2018). Toxic Relationship - 7 Alarming sign that You are In Toxic Relationship.Create Space.
McCullough, M. E. (2000). Forgiveness as Human Strength : Theory, Measurement, and link to Well-Being. Journal of Social and Clinical Psychology, 19(1), 43–55. https://doi.org/10.1521/JSCP.2000.19.1.43
Natasya, G. Y., Kadek, L., & Ary, P. (2020). Pemaafan Pada Remaja Perempuan Yang Mengalami Kekerasan Dalam Pacaran. Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi, 1(3), 169–177.
Nurasha, K. P. (2020). Pengaruh Terapi Pemaafan Terhadap Penerimaan Diri Perempuan Yang
Mengalami Kekerasan Dalam Pacaran.
https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/28684
Oktaviana, S. K. (2022). Terapi Pemaafan untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Remaja Korban Kekerasan. Jurnal Psikologi Islam Dan Budaya, 5(1), 59–70. https://doi.org/10.15575/jpib.v5i1.15523
Pamungkas, B. (2019). Kebahagiaan penduduk di Provinsi Jawa Barat. JISPO (Jurnal IlmuSosial Dan Ilmu Politik), 9(1), 188–197. https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/jispo/article/view/4151/2432%0Ahttps://jo urnal.uinsgd.ac.id/index.php/jispo/article/view/4151
Periantalo, J. (2016). Penelitian Kuantitatif Untuk Psikologi. Pustaka Belajar.
Pramintari, R.D., & Febrian, D.R. (2022). Hubungan Pemaafan dan Kebahagiaan dengan Kualitas Persahabatan pada Remaja Akhir. Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang, 2(1), 70-75. https://doi.org/10.36805/empowerment.v2i1.652
Purba, A. T. D. B., & Kusumiati, R. Y. . (2019). Hubungan Antara Kecerdasan Emosi Dengan Forgiveness Pada Remaja Yang Putus Cinta Akibat Perselingkuhan. Psikologi Konseling, 14(1), 330–339. https://doi.org/10.24114/konseling.v14i1.13729
Rienneke, T. C., & Setianingrum, M. E. (2018). Hubungan Antara Forgiveness dengan Kebahagiaan Pada Remaja yang Tingga Di Panti Asuhan. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 7, 18–31.
Santrock, J. W. (2012). Life-Span Development (Edisi 13 Jilid 1). Penerbit Erlangga.
Seligman, M. E. . (2005). Authentic Happines : Menciptakan Kebahagiaan dengan Psikologi Positif. PT. Mizan Pustaka
Sholikhah, R., & Masykur, A. M. (2020). “Atas Nama Cinta, Ku Rela Terluka” (Studi Fenomenologi pada Perempuan Korban Kekerasan Dalam Pacaran). Empati, 8(4), 52–62.
Situmorang, N. Z., & Tentama, F. (2018). Makna Kebahagiaan pada Generasi y. ina-rxiv. https://doi.org/10.31227/osf.io/48j3m
Tassya, D., Anggreini, T., & Nugroho, C. (2021). Motives and Meanings of Toxic Relationships in Adolescent Interpersonal Relationships in Pontianak City. 22954– 22962.
Utami, D. A. (2015). Kepercayaan Interpersonal Dengan Pemaafan Dalam Hubungan Persahabatan. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 3(1), 54–70. https://doi.org/10.22219/jipt.v3i1.2126
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
1. The journal and respective authors hold exclusive copyrights of all materials published in Merpsy Journal.
2. Any reproduction of any parts from the journal, without proper acknowledgment or prior permission, will result in an infringement of intellectual property laws.
3. Merpsy is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), which means that this journal has the rights to copy and redistribute its materials in any medium or format and adapt the materials for any purpose as long as it keeps the Author's name as the owner of Copyright.
4. Printed and electronically published manuscripts are open access for educational, research, and library purposes. The editorial board shall not be liable for violations of copyright law for other purposes.









